12/28/2007

Rapotan

Hari ini Jum'at, 28 Desember 2007 adalah hari rapotannya anak-anak. Kami berangkat ke sekolah jam 10 pagi. Langsung kami berpencar sesuai kelas. Bapak dan Sarah ke kelas B Anggur. Sedangkan Mami dan Azka ke kelas KB Cerry. Di B Anggur sudah disambut oleh Bu Yessi dan Bu Sitta guru kelas. Sedangkan di KB Cerry sama Bu Yani dan Bu Nunung.

12/24/2007

Jum'atan Pertama

Jum'at kemarin 21 Desember 2007 adalah jum'atan pertamakalinya bagi Azka. Selama ini memang Azka ngga pernah diajak jum'atan sama Bapak. Masalahnya, tiap kali ke masjid, Azka biasanya ngga mau sholat, malahan lari-larian ke sana kemari. Mungkin karena umurnya belum nyampe kali ya....Tapi kemarin dia udah 3 tahun lebih. Mungkin udah daya konsentrasinya udah fokus.

Wah keren betul dia, pake baju koko, peci dikepala dan sajadah yang dilingkarkan di leher menutupi punggung. Persis kaya ustadz ngasih ceramah.

12/23/2007

Setengah Hari Bersama Azka

Hari Sabtu kemarin, 22 Desember 2007, Bapak hampir setengah harian penuh bersama Azka, Mami dan Mbak Sarah tinggal di rumah.

Pagi jam 9 an. Kami ke bengkel untuk servis rutin motor, ganti oli, pasang kabel spedometer yang mati, dan ganti kampas rem belakang. Bengkel langganan Bapak di Rahayu Motor Ahass dekat perempatan pom bensin UGM. Pekerjaan butuh waktu yang ngga sebentar. Sembari nunggu reparasi kelar. Azka saya ajak jalan ke sebelah bengkel, lihat-lihat isi toko kaset Nada Nurani. Di sana ada VCD, buku, poster, kaset, dan semuanya segmented untuk muslim. Cuma beberapa menit saja di sana. Tampaknya Azka kurang tertarik. Kami keluar dan balik lagi ke bengkel. Eh ternyata hampir kelar. Tunggu sebentar jam 11 siang udah jadi. Kami pun pulang ke rumah.

Di rumah Azka tidur sampe jam 3 an. Jam 1/2 empat sore berangkat lagi untuk nganter Mbak Sarah Les di Mathemagic Pakuningratan. Dari Pakuningratan ke rumah, hujan deras. jadilah kami hujan-hujanan di jalan. Sampe di rumah, rasanya gak puas kalau ngga diteruskan hujan-hujannnya. Akhirnya kami hujan-hujanan di samping rumah sambil membersihkan teras samping rumah. Wah.... seneng sekali Azka. Selesai hujannan jam 1/2 limaaan sore. Azka mandi terus ganti baju. Berangkat lagi njemput mbak Sarah les.

Pulang ke rumah. Istirahat sebentar. Terus magrib tiba saya dan Azka sholat di masjid Brimob. Wah...tertib sekali Azka, sholat ikut sholat, ngga larian ke mana-mana. Pas berdoa ikut juga berdoa.

Selesai sholat magrib, kami pulang ke rumah, mampir dulu beli wafer Tanggo dua biji di warung depan.

Makan Daging Kurban Bersama

Hari ahad, 23 Desember ini Sarah & Azka ikut kegiatan sekolah, makan daging kurban bersama anak-anak warga Warungboto. Pagi-pagi kami antar mereka berdua ke sekolah untuk nantinya kami jemput jam 12 siang.

12/18/2007

Libur Panjang

Minggu terakhir Desember, Sarah & Azka libur panjang. Mulai libur Idhul Adha hingga tahun baru kemudian disambung liburan sekolah akhir semester satu.

Azka Masuk ke Sawah

Senin kemarin, 17 Desember 2007, Azka jatuh nyungslep ke sawah. Sekolah ada acara latihan manasik haji. Dari lokasi manasik ke sekolah, rombongan anak-anak TKIT Salman Al Farisi, berjalan menyusuri pinggiran sawah dekat sekolah. Azka berjalan dipinggir sawah, di atas batas sawah dengan jalan, nggak tahu kenapa kata bu Guru, dia jatuh ke sawah dan dagunya kena pinggiran batas sawah. Dagunya sobek hampir 2 cm, dan berdarah. Alhamdulillah di sekolah ada dokter sekolah, Azka diberi pengobatan dan diperban dagunya. Kasihan.

11/18/2007

Siapa yang jemput sekolah?

Senin besok, tanggal 19 November 2007 bapak ditugaskan kantor untuk jadi Juri di Lomba Kompetensi Siswa SMK se Propinsi DIY di Bantul. Jadwalnya mulai 1/2 delapan pagi sampe dengan jam setengah empat sore. Itupun bapak langsung, ke kantor lagi karena jam 1/2 empat ada jam ngajar sampe jam 6 sore.

Pusing... siapa yang jemput Sarah & Azka pulang sekolah jam 1 siang dan siapa yang nganter Sarah kursus Mathemagic jam 4 sore.

Biasanya kami mengandalkan Om Seno dan Om Ito. Mudah-mudahan mereka bisa nganter..

11/16/2007

Bandelnya Azka

Dalam hal meminta sesuatu, Azka lebih rewel dibandingkan kakanya, Sarah.

Bila Sarah minta sesuatu nggak dituruti, lalu kami kasih pengertian, dan masuk akal dia. Biasanya dia bisa dengan mudah menyadari. Lain dengan Azka, kalau meminta sesuatu, dan kami gak bisa memenuhinya, meskipun sudah diberi pengertian macam-macam, tetap saja dia tidak mau mengerti. Merengek, rewel, tapi ajaibnya tidak terkadang tidak sampai menangis.

Kalau sudah demikian, memberi pengertian sudah bukan lagi obat mujarab. Kita harus mengalihkan perhatian dari apa yang dimintanya agar dia lupa sejenak dengan keinginnannya. Ya mungkin juga karena dia anak laki, bungsu, dan masih belum umurnya.

Tapi nggak mengapa, kami bahagia dengan keadaan ini.

11/14/2007

Belajar IQRO

Salah satu materi belajar di sekolah Sarah adalah IQRO. Metode mudah untuk belajar membaca Qur'an. Setiap selesai satu sub materi di sekolah, guru kemudian menuliskan progres materi di selembar kartu kendali.

Sekolah sangat mengharapkan materi-materi itu untuk di ulang di rumah. Setelah diulang, orang tua juga diharapkan menuliskan progres di kartu kendali itu.

Mau-gak mau orang tua harus mendidik anak. Tidak bisa sepenuhnya menyerahkan sekolah. Suasana hangat ketika mengajari anak, adalah suasana yang membahagiakan. Sabar, sering memuji, tidak cepat menyalahkan anak ketika dia salah.

11/11/2007

Ditinggal Luar Kota

Hari Rabu tanggal 7 November 2001 sampe dengan Sabtu tanggal 10 November 2001 terpaksa Sarah & Azka ditinggal Bapak pergi ke luar kota dalam rangka urusan kantor.

Siapa yang nganter dan jemput sekolah? Terpaksa minta bantuan Om Seno dan Om Ito. Thanks ya Om-Om. Mereka adalah saudara sepupu mami yang sama-sama sedang belajar di Universitas Negri Yogyakarta.

11/01/2007

Makannya Anak-anak

Kadang orang tua merasa jengkel bila melihat cara anak-anak mereka makan. Mereka makan lama sekali, kemudian berceceran di mana-mana. Sarah & Azka pun demikian, khususnya Azka.

Tapi sesungguhnya, kalau kita bijaksana, mestinya kita harus memahami mereka. Anak-anak kita pasti akan begitu cara makan mereka. Jangan mengharap mereka mampu makan sebagaimana kita orang dewasa makan. Kemampuan psikomotorik mereka jelas beda dengan kita.

Jangan merasa jengkel, hindari kemarahan, bersikaplah biasa saja. Dan jangan larang mereka untuk makan sendiri. Azka, diumurnya yang beranjak 3 tahun, mulai minta untuk makan sendiri. Dan pasti kececeran dimana-mana. Kalau kita larang, sama saja kita tidak mendidik mandiri. Makan sendiri, berarti memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Anak-anak kita sedang mencoba untuk berusaha memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Sekali lagi jangan larang.

Temani mereka makan, kalau bisa kita pun makan bersama mereka, biar mereka melihat sendiri bagaimana cara kita makan. Masalah, makan yang berceceran, sabar saja, ikhlaskan diri kita untuk membersihkannya.

Batasi Nonton TV

Sarah & Azka kami batasi waktu untuk nonton TV. Tidak setiap hari mereka nonton TV. Paling banter mereka baru nonton 2 hari sekali, itupun paling hanya 1 jam saja, dan khusus untuk acara yang cocok bagi mereka. Atau terkadang kami harus menyalakan TV manakala mereka terlihat sedang sakit ringan, atau kelelahan. Nonton TV membuat mereka tidak bergerak kesana ke mari, sehingga efektif untuk istirahat fisik.

10/30/2007

Ke Adik Nadia & Kaffa di Bekasi - Mudik Lebaran

Hari ke 5 bulan syawal, Sarah & Azka berkunjung ke tempat adik Nadia & Kaffa di Bekasi.

Untuk ke tempat adik Nadia, kami melewati jalan raya Cibubur, kemudian belok ke kiri masuk ke Kota Wisata, terus keluar hingga ketemu jalan raya Narogong Bekasi. Menyusuri jalan raya Narogong kami harus belok kekanan, tepat pas di perempatan pasar untuk menuju arah Bantar Gebang. Jalan ini kemudian kami lalui hingga masuk ke perumahan Pondok Timur Indah.

Di sana Sarah & Azka menginap semalam. Lumayan, Sarah & Azka sempat pula diajak berenang di kolam renang dekat rumah.

10/29/2007

Terlalu Lama Libur

Liburan lebaran yang hampir 3 minggu ternyata menimbulkan masalah bagi kami. Hari pertama dan kedua setelah masa libur, Azka masih masih sekolah. Entah kenapa hari ketiga, Rabu tanggal 24 Oktober 2007 , dia mogok sekolah. Meski baju seragam sudah melekat di badan, tas sekolah sudah terisi perlengkapan sekolah, air minum di botol pun sudah terisi penuh. Eh... giliran motor sudah dinyalakan mesinnya, mendadak dia bilang, "aku mau di rumah aja".

Sejenak kami terkejut, gak seperti biasanya dia menolak sekolah. Bisanya dengan riang gembira di akan selalu siap untuk berangkat sekolah.

Mungkin liburnya terlalu kelamaaan.

10/28/2007

Pulang Ke Jogja - Mudik Lebaran

Liburan lebaran udah mau habis, Senin 22 Oktober, Sarah & Azka sudah masuk sekolah. Bapak udah mulai lagi kesibukannya untuk ngajar di Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta. Tibalah waktunya untuk meninggalkan rumah simbah di Cimanggis, kembali ke Jogjakarta

Kami pilih naik pesawat untuk pulang ke Jogja. Tadinya mbak Sarah dan Azka minta naik kereta. Tapi sayang.. kami sudah terlanjur beli tiket Adam Air. Malahan harga tiketnya lebih murah dibanding kereta. Kami kena harga Rp329.000 per seat, dibanding kereta Argo Dwipangga yang Rp350.000 per seat. Kami beli 4 seat jadi total jendral habis Rp1.316.000.

Dari rumah kami naik taksi menuju ke Terminal Kampung Rambutan untuk nantinya kami naik bis Bandara ka Cengkareng. Ongkos taksi Rp 40.000 belum termasuk bayar tol Rp2.000 dan bayar masuk terminal Rp2.000.Dari terminal Kampung Rambutan kami naik bis bandara. Ongkos bis ini cukup murah, hanya Rp15.000 per seat, jadinya kami habis Rp60.000. Bis ini berangkat tiap 1/2 jam sekali. Kami tunggu sejenak, tepat jam 13.00 bisa melaju ke rute bandara. Sepanjang perjalanan Azka senang sekali karena bisa lihat macem-macem dijalanan. Selama 1 jam kami harus tempuh perjalanan ini hingga tepat jam 2 siang kami tiba di bandara. Untung hari ini minggu dan jalanan gak macet, biasanya bisa lebih dari 2 jam.

Karena masih lama waktu check in nya. Kami tunggu dulu sambil melihat-lihat suasana di loby luar terminal 1 C. Puas main-main di luar, kami putuskan untuk masuk ke ruang check in. Eh... tak taunya cek baru bisa dimulai jam 4 sore. Kami tunggu sebentar, sambil melihat-lihat suasana di ruang check in. Jam 4 kamipun akhirnya check ini, langsung kemudian kami masuk ruang boarding. Eh tak taunya... pesawat delay, yang tadinya take off jam 1/2 6 sore ditunda jadi jam 19.00. Yah kami semakin lama nunggunya.
Di ruang boarding, sambil menunggu keberangkatan, kami disuguhi air mineral dan sepotong roti boy dari pihak Adam Air. Akhirnya jam 7 malam kamipun take off menuju kota kami tercinta, Jogjakarta.
Jam 20.00 pesawat, landing di bandara Adisucipto. Wah senang sekali rasanya. Langsung kami pesan taksi lewat taxi service. Ke arah Baciro kami bayar Rp35.000 dengan taksi Rajawali miliknya koperasi Angkatan Udara.

Kurang lebih jam 1/2 9 malam kamipun sampai di depan rumah (kontrakan) kami. Alhamdulillah perjalanan panjang sudah kami tempuh dengan selamat. Kalau dihitung total kami berangkat dari rumah di Cimanggis jam 1/2 1 siang hingga sampe di rumah di Baciro, kami habiskan kurang lebih 8 jam. Sama dengan perjalanan kereta.

Sepertinya tahun dengan lebih baik kami pilih saja naik kereta.

Ke Tempat PakDe Tono - Mudik Lebaran

Senin siang, 15 Oktober 2007, kami melanjutkan perjalanan dari rumah Mbah Midjo yang di Bintaro ke tempatnya PakDe Tono di Sawangan Bogor.

Supaya nyaman dan cepat, kembali kami pilih naik taksi Blue Bird. Perjalanan ke Sawangan kami pilih rute melalui Pondok Cabe terus masuk ke Jalan Raya Sawangan Bogor. Kurang lebih 30 menit perjalanan kami tempuh, ongkos taksinya sekitar Rp55.000. Woo... disana rupanya sudah menunggu saudara-saudara yang lain. Ada Om Sulis sepupunya bapak dan ada Bude Siti juga sepupunya bapak. Nah yang paling terkesan ini ketemu bude Siti. Bapak udah lama banget gak ketemu bude Siti ini, kurang lebih 15 tahun. Ternyata bude tinggal di Tangerang.

Kami putuskan, seperti biasanya, untuk menginap semalam di rumah Pakde Tono

10/23/2007

Ke Tempat Mbah Midjo - Mudik Lebaran

Hari ketiga lebaran, Senin 15 Oktober kami berkunjung ke rumah Pakde Tono. Rumahnya di Bojongsari Sawangan Bogor. Sebelum ke Pakde Tono, Sarah & Azka, berkunjung dulu ke rumah Mbah Midjo di Deplu Raya Bintaro. Pagi-pagi jam 9 kami sudah siap berangkat.

Sesuai rencana kami naik taksi ke Bintaro. Taksi yang kami pilih juga bukan sembarang taksi. Taksi Blue Bird namanya. Kata orang taksi ini taksi yang bagus. Sopirnya ramah, tidak kebut-kebutan, di dalam taksi juga bersih, tidak bau rokok. Kami naik dari rumah, masuk ke jalan menuju tol Jagorawi. Masuk tol lewat gate Cibubur, ambil tiket, lalu taksi meluncur menyusuri jalan tol yang bebas hambatan. Masuk ke gerbang Kampung Rambutan kami bayar Rp8.000 untuk lewat ke tol arah Pondok Pinang.

Kurang lebih 45 menit perjalanan kami lalui, akhirnya kami keluar tol lewat gerbang Pondok Pinang, untuk menunju arah Deplu Raya Bintaro. Ongkos taksi kami bayar sekitar Rp70.000. Di sana mbah Midjo ternyata baru pergi ke pasar. Kami tunggu beberapa saat.

Ke Masjid Kubah Emas - Mudik Lebaran

Kabar mengenai kemegahan masjid Dian Al Mahri sudah lama kami dengar, baik lewat acara di televisi maupun dari liputan masjid di majalah Hidayah yang sering kami baca. Penasaran, kamipun berkunjung ke masjid yang juga terkenal sebagai masjid Kubah Emas. Dinamakan Kubah Emas karena konon memang semua kubah masjid ini dilapisi dengan emas. Konon pula ibu Dian Al Mahri, yang membangun masjid ini adalah orang kaya, pengusaha minyak.

Hari jumat, 19 Oktober jam 10 pagi kami sudah siap-siap berangkat ke masjid yang ternyata letaknya dekat dengan rumah kami. Berempat kami naik Sepeda Motor, diboncengin sama Om Ibnu dan Om Izal. Perjalan gak jauh kira-kira 3/4 jam.

Dari rumah kami masuk ke Jalan Raya Bogor. Sampe di simpangan jalan baru, kami belok kanan terus hingga masuk Jalan Margonda Raya depok. Kami belok kiri terus hingga ketempu simpangan ke arah Sawangan Bogor. Masuklah kami ke jalan raya Depok Parung. Terus hingga ketemu simpang tiga Sawangan dan Cinere. Simpang tiga ini kalau ke kekiri ke arah Sawangan dan kalau ke kanan ke arah Cinere. Nah.. Masjid Kubah Emas ini adalah di pinggir jalan raya Depok Cinere.

Mulai dari simpangan tiga ini, kemacetan sudah harus kami alami. Maklum jalan raya Depok Cinere ini hanya punya dua ruas jalur. Bagi yang pake mobil jelas, situasi ini sangat menjengkelkan. Untungnya, kami naik motor, jadi walau macet kami tetep bisa blusak-blusuk di celah-celah mobil menembus kemacetan.
Masuk ke masjid suara adzan jum/at ternyata sudah terdengar, buru-buru kami parkir motor. Terus jalan kaki dari halaman parkir ke masjid.

Tiba Di Bandara Sukarno Hatta - Mudik Lebaran

Jam 15.30 pesawat landing di Bandara Sukarno Hatta Cengkareng. Sebelum landing, Sarah dan Azka sempat nengok-nengok lewat jendela, melihat pemandangan kota Jakarta di bawahnya.

Landing berjalan mulus, tanpa hentakan yang cukup berarti. Pesawat putar-putar sebentar untuk parkir di apron. Pesawat berhenti, dan kamipun keluar lewat pintu depan. Sebetulnya lewat pintu belakang akan lebih cepat, karena seat kami 24 A,B,C,D lebih dekat lewat belakang. Tapi gak tau kenapa mobil tangga pesawat malahan gak datang-datang.

Kami berjalan ke ruang bagasi untuk mengambil koper bawaan kami. Kami tunggu cukup lama. Koper melewati karet berjalan memutar-mutar. Akhirnya ketemu juga koper bawaan kami. Kami ambil dan kami bejalan keluar ruang bagasi. Di luar tampak sudah menunggu Om Iwan yang menjemput kami bersama dengan Pak Lani teman dia. Pak Lani ini driver rental mobil yang kami sewa untuk membawa kami ke rumah di Cimanggis. Lumayan murah kami hanya perlu bayar Rp200.000. Ongkos tol dan parkir dia yang bayar.

Wesss...... mobil Pak Lani (Daihatsu zenia warna hijau muda) meluncur kencang melewati jalan tol menuju rumah kami. Kurang lebih jam 18.00 kami sampe juga dirumah.

Alhamdulillah

Selama di pesawat - Mudik Lebaran

Perjalanan 50 menit harus kami tempuh dengan pesawat udara dari Yogya ke Jakarta. Pesawat Adam Air yang kami tumpangi adalah pesawat Boeing 747 Seri 400. Tampak sangat bersih, tidak berbau dan pelayanan pramugari cukup ramah. Segelas air mineral kami terima selama perjalanan. Ngga ada permen apalagi snak besar.

Pengalaman baru dialami oleh Azka, anak kami yang kedua. Saat take off dari bandara Adisucipto biasanya diawali dengan kecepatan tinggi lalu kemudian moncong depan pesawat akan terangkat naik. Nah... kecepatan tinggi inilah yang membuat Azka sedikit takut. Dengan suara lirih dia bilang ke maminya. "Mami aku pegangin ya..". Sedih juga mendengar suara lirih dia. Kami gak ingin anak-anak kami jadi anak yang penakut. Kami gak ingin anak-anak kami jadi anak yang tidak mandiri. Saking takutnya mungkin, sepanjang perjalanan di pesawat sampe-sampe Azka gak melepas kacamata hitam yang melekat di matanya.

Mudah-mudahan ketakutan dia hanya terjadi kali ini saja. Di masa depan semoga dia gak takut lagi.

Ke Bandara Adisucipto - Mudik Lebaran

Perjalanan ke Bandara Adisucipto adalah perjalanan yang pertama harus kami lalui dalam rangka mudik lebaran 2007. Rencananya kami pake Adam Air untuk mudik ke Cimanggis Depok. Jauh-jauh hari kami sudah dapat tiket untuk ber empat. Tarif rate yang kami bayar Rp239.000 total jendral kami keluarkan Rp936.000. Harga tiket yang kami bayar ini justru lebih murah dibandingkan kereta Argo Lawu yang besarnya Rp250.000 per seat. Aneh ya.... tiket pesawat koq lebih murah dibanding kereta.

Dari rumah kami berangkat jam 1/2 satu siang untuk ngejar target check in jam satu siang. Taksi yang kami tumpangi berjalan biasa tidak terlalu kencang dan tidak terlalu lambat. Tepat jam satu siang kami tiba juga di bandara. Ongkos taksi kami bayar Rp25.000 dari ongkos argo Rp23.750. Masuk portal parkir kami harus bayar Rp2.500. Tas kami turunin dari bagasi, lalu kami masuk ruang check in. Tentu dengan terlebih dahulu melewati pintu pemeriksaan.

Check in selesai. Kami lalu masuk ruang boarding. Terlebih dahulu bayar airport tax Rp25.000 per tiket, totalnya kami bayar Rp100.000. Melewati loket pembayaran airport tax, kami lewati lagi pintu pemeriksaan. Di ruang boarding, keramean tidak terlalu ramai, paling tidak bila kami bandingkan lebaran tahun lalu.

Pesawat rencananya take off jam 13.55. Eh... tak taunya. Pesawat harus delay jadi berangkat jam 14.40. Penyebabnya karena pesawatnya yang akan kami tumpangi baru landing jam 14.20. Jadi harus nunggu bentar untuk dibersihkan dan pemeriksaan pesawat, begitulah kata petugas Adam Air.

Akhirnya tibalah jua waktu yang kami tunggu-tungu. Tepat jam 14.40 kami keluar dari boarding room untuk masuk ke pesawat yang telah menunggu kami di tempat parkir. Masuk pesawat, kami cari deretan tempat duduk nomor 24A,B,C,D. Sengaja kami pilih tempat bagian belakang. Eh.. tak taunya banyak juga seat yang kosong.

10/05/2007

Ganti Rutinitas

Rutinitas harian mbak Sarah berubah semasa bulan Ramadhan tahun ini. Pagi-pagi benar bangun untuk makan sahur, sekitar jam 1/2 tiga pagi. Kadang-kadang, kalau maminya gak masak, dia nemenin beli lauk di warung dekat rumah. Habis makan sahur, imsak, terus sholat shubuh ke masjid Darussalam Brimob Yogyakarta. Abis sholat, nunggu bentar dengerin kultum dari pak ustadz.

Jam 1/2 8 pagi udah berangkat sekolah. Belajar disekolah dimajuin jamnya, biasanya sampe jam 1 siang, berhubung Ramadhan hanya sampe jam 11 siang. Pulang sekolah, tidur siang sebentar. Eit... jangan lupa mbak Sarah udah coba-coba puasa penuh satu hari. Biar gak capek banget, harus tidur siang. Senin dan Sabtu jam 4 kurang 1/4 sampe jam 5 sore kursus Mathemagic. Selain hari itu, ikut TPA di masjid Brimob depan rumah.

Bedug magrib, buka puasa, sholat magrib, tunggu bentar, berangkat ke masjid untuk sholat isya dan tarawih. Wih ...rame banget di masjid. Selesai tarawih jam 8 malam, pulang ke rumah, tidur lagi.

Begitulah rutinitas baru mbak Sarah selama Ramadhan tahun ini. Almadulillah, kami bersyukur.

Libur Panjang Lebaran

Sekolah Sarah & Azka, TKIT Salman Al Farisi Warungboto Yogyakarta, libur mulai 3 Oktober sampe dengan 19 Oktober. Masuk kembali sekolah senin, 22 Oktober. Kursus Mathemagicnya Mbak Sarah, libur juga, mulai 11 Oktober sampe 20 Oktober, masuk lagi 22 Okbtober. Wo lama sekali liburnya... mau kemana mudik lebaran Mbak Sarah.

9/21/2007

Sholat Tarawih

Ramadhan ini spesial bagi Mbak Sarah. Disamping coba-coba latihan puasa. Bahkan sering kali dia bisa full seharian hingga magrib, Mbak Sarah sering ikut kami sholat tarawih jamaah di masjid.

Gak kuat. Untuk sholat 11 rakaat mbak Sarah gak sanggup, capek katanya. Palingan dia cuma 2 rakaat pertama. Terus habis itu, main dia sama teman-teman sebaya, lari-larian di serambi masjid.

Puasa

Ramadhan tahun ini bagi Mbak Sarah adalah bulan yang spesial. Inilah tahun pertama kalinya mbak Sarah puasa. Gak main-main, sudah dua hari dia sanggup tahan lapar dan haus hingga bedug magrib. Artinya puasa full. Untuk anak seumuran dia, yang belum genap 6 tahun, kami pikir ini prestasi luar biasa.

Tapi ada kompensasinya, kalau puasanya full seharian, dia minta dibeliin burger. Sepotong Rp7.500. Wah kalau sebulan berapa ya....??

Bagi anak kecil, ternyata kalau kami perhatikan, yang nggak tahan adalah minum. Sering kali dia bilang kehausan pingin minum. Tapi kadang kami beri pengertian, untuk coba tahan hingga magrib.

9/11/2007

Ke Pameran Buku

Jalan-jalan ke pameran buku adalah kegiatan yang mengasyikkan bagi anak-anak kami. Ahad kemarin tanggal 2 September. Kami berkunjung ke Gedung Mandala Bakti Wanitatama. Gedung tempat kegiatan Islamic Book Fair 2007. Banyak penerbit buku buka stand di sana. Tentu yang menarik adalah diskon buku besar-besaran. Kami beli beberapa buku yang disenangi oleh Sarah & Azka. Buku bacaan terbita Mizan dan Syamil dengan dominasi warna dan gambar terutama.
Capek jalan-jalan, kami duduk-duduk diteras. Eh ... di depan teras ada yang jual Es Cream Cone, murah lagi, cuma Rp1.000 saja. Masing-masing beli 1 cup. Wah, Azka minta tambah lagi, gak terasa dia habis 3 cup.

Beginilah enaknya hidup di Yogyakarta, mengunjungi pameran buku adalah salah satu hiburan kami sekeluarga. Murah meriah, nambah ilmu dan yang penting, mendidik anak untuk cinta buku sedari kecil

Juara 1 Hafalan Al Qur'an

Hari ahad kemarin, tanggal 9 September, Sarah dikirim mewakili sekolah untuk lomba hafalan Al Qur'an surat-surat pendek. Lomba diadakan di Balaikota Yogyakarta, tepatnya di Masjid Diponegoro yang masih satu komplek di dalam Balaikota. Alhamdulillah, nggak dinyana, mbak Sarah dapet juara 1. Hadiahnya Piala dan Bingkisan alat tulis. Awalnya kami tidak semata-mata mengharap dapat juara. Yang kami pentingkan adalah anak percaya diri dan mau tampil di depan orang banyak. Dan lebih penting lagi adalah kami berharap anak kami menyenangi dan percaya diri dengan ayat-ayat Al Qur'an.

Ada 1 surat Al Fatihah yang merupakan surat wajib dan pilihan salah 1 dari tiga surat Al Ikhlas, An Naas dan Al Kautsar. Eh.. mbak Sarah malah semuanya dibaca pas di depan juri. Mungkin ini kali ya.. dia jadi juara. Mestinya pilih salah satu, malah dibaca semua.

Tapi beginilah perasaan orang tua. Kami bangga dan senang.

8/15/2007

Azka Kecil

Teman-teman kami bilang Azka waktu kecil looks like western baby. Putih bersih, kepala dengan jenong besar, rambut yang tipis cenderung samar-samar. Teman-teman bilang bayine apik banget.


Lahir 11 Oktober 2004 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta jam 2 malam. Dokternya Dr Mujayyanah SPOG, salah seorang dokter ahli obstetri dan ginekologi. Alhamdulillah lahirnya lancar-lancar saja, masuk rumah sakit sekitar jam 1-1/2 2 malam, ditunggu beberapa saat, lalu bayinya keluar. Berat 3 kg dan panjang 50 centi, ukuran normal untuk bayi jaman sekarang.

8/09/2007

Seragam Sekolah

Anak-anak setiap sekolah pake seragam yang sudah ditentukan sekolah mulai dari Senin hingga Jum'at, kecuali hari Rabu boleh pakaian bebas. Seragam untuk setiap hari Senin adalah atasan biru dan bawahan biru.

Seragam untuk olah raga juga ada. Dipakai tiap Selasa dan Jum'at. Hari selasa dan jum'at biasanya sekolah ada kegiatan jalan-jalan atau senam bersama. Berbahan dasar kaos dan berlengan panjang. Di kanan bawah atasan ada nama masing-masing. Tapi untuk Azka, celananya masih kepanjangan, terpaksa digulung dulu di bagian pinggang. Meskipun kedodoran, anak tetaplah mempunyai rasa percaya diri yang kuat. Tetap gagah melangkah, berangkat menuju sekolah, TKIT Salman Al Farisi Warungboto Yogyakarta.


Kalau seragam hari Kamis lain lagi. Bawahan warna merah hati, atasan warna merah muda dilapisi rompi warna merah hati. Setiap seragam di baju atas ada namanya tertulis di kanan bawah. Untuk membedakan dengan baju teman-temannya

Wah...anak-anak semakin keren dengan baju seragam mereka. Melangkah tegap menuju sekolah dengan keceriaan di raut wajah mereka.

Gempa Lagi

Malam tadi sekitar jam 12 an lebih dikit. Anak-anak terbangun dari tidur nyenyaknya. Ada apa??? Gempa kembali mengguncang kota kami (dan mungkin kota lainnya juga). Getaran cukup lama dan cukup keras. Motor kami yang sedang parkir saja goyang-goyang. Anak-anak yang sedang tidur terpaksa langsung kami gendong. Azka digendong Maminya dan Sarah digendong Bapak. Terus kami lari keluar rumah. Semua warga di gang rumah kami sudah ada di luar. Antisipasi kalau-kalau ada tembok yang runtuh atau apa saja.

8/08/2007

Kenangan Masa Kecil

Mbak Sarah, kami katakan relatif anak yang pemberani. Umur 2,5 tahun dia sudah berani sekolah tanpa kami tungguin. Beda dengan adiknya, Azka, diumur yang sama Azka mesti ditungguin Maminya beberapa hari. Kalau nggak ditungguin, nangis dia.

Kami teringat ketika Sarah main ke tempat pakdenya, lengkapnya Pak De Tono di Sawangan Bogor. Di depan rumah ada kambing yang berkeliaran memakan rumput halaman. Sarah tanpa takut mendekati kambing bahkan menarik-narik tali kekang. Tiada rasa takut terlihat dari raut wajah dia. Yang ada adalah rasa ingin tahu.
Begitulah anak-anak kita. Awalnya mereka tidak takut sama sekali dengan dunia luar. Terkadang justru kitalah yang membuat rasa takut muncul. Kita terlalu sering melarang dengan berbagai dalih, takut cidera, takut luka dsb. Bahkan justru kita menakut-nakuti untuk memudahkan kita mengurus anak. Anak gak mau makan, kita takuti nanti dimakan kucing. Akhirnya muncul persepsi kucing adalah binatang yang suka memakan makanan kita. Anak laki-laki gak nurut, kita takuti nanti disunat lho... padahal sunat adalah tuntunan agama. Anak jadi takut karena kita terlalu sering menakuti mereka.

Jalan Kaki ke Sekolah

Menunjukkan kemandirian, tampaknya ingin ditunjukkan mbak Sarah kepada kami dalam minggu-minggu ini. Minta kamar sendiri, minta mandi sendiri dsb.

Hari ini, adalah hari ke tiga Sarah minta bersekolah diantar tidak sampai di halaman sekolah. Bisanya kami mengantar sekolah dan berhenti tepat di halaman sekolah. Turun dari motor, anak-anak tinggal jalan kaki sekitar 5 meteran. Tiga hari terakhir ini lain, Sarah minta kami berhenti jauh dari halaman sekolah. 100 meter sebelum sampai sekolah, kami diminta berhenti. Terus mereka berdua minta jalan kaki hingga di sekolah.

Tampaknya memang usia Sarah, 5,5 tahun mulai mencoba-coba untuk merasakan sesuatu secara mandiri. Dia tidak ingin banyak campur tangan dari orang tuannya.

Minta Kamar Sendiri

Bisanya, tiap hari Sarah & Azka tidur bersama Maminya. Entah kenapa malam tadi, Sarah minta tidur sendiri di kamarnya sendiri. Terpaksa deh, kamar depan yang biasanya untuk tempat peralatan anak-anak, misal tas sekolah, sepeda mereka, buku-buku, mainan-mainan mereka, kami harus rombak untuk memasukkan satu tempat tidur. Nah, jadilah mbak Sarah tidur sendiri tadi malam.

Mungkin kemandirian ingin dia tunjukkan kepada kami. Tidur sendiri dan beresin tempat tidur sendiri dia lakukan dengan kesadaran tanpa kami harus menyuruhnya.

Membaca Bersama Adik

Tidak sedikit para keluarga muda beranggapan bahwa banyak anak justru merepotkan. Kami kira anggapan demikian tidaklah selalu benar. Kalau kita mampu mengelola keluarga dengan baik, bahkan justru banyak anak akan memudahkan kita untuk mendidik anak-anak kita sendiri.

Tanpa bermaksud meninggikan hati, Alhamdulillah kami diberi titipan anak oleh Allah SWT dengan segala kemudahan. Salah satu kemudahaan yang kami rasakan adalah kemampuan Sarah sebagai kakak yang mempu me-ngemong adiknya, Azka, dengan sangat baik. Kalau adiknya sakit, Mbak Sarah akan sangat sigap membantu kami. Kalau Azka nangis, mbak Sarah cepat-cepat memeluknya supaya berhenti nangis. Kalau Azka pake baju, mbak Sarah pasti sibuk mencarikan celana, baju dan membantu memakaikannya.

Ini satu kemudahan lagi. Mbak Sarah, karena sudah bisa membaca, paling seneng membacakan bacaan buat adiknya. Ambil buku, adiknya duduk di samping, lalu mbak Sarah membacakan lembar-demi lembar buku yang di baca. Azka akan tekun mendengarkan bahkan kadang-kadang mengikuti kata-kata yang diucapkan oleh kakaknya. Hal ini meringankan kami, tugas membaca berpindah dari kami ke mbak Sarah.
Azka paling senang membaca buku-buku kategori WPB (wordless paper book). Cirinya adalah banyak gambar dengan tulisan yang sedikit dan penggunaan font huruf yang besar. Dan tentunya warna-warni gambar sangatlah kuat. Warna dan bentuk gambarlah yang membuat mereka tertarik dengan isi buku. Kontent buku sangatlah sederhana dan tidaklah rumit. Buku terbitan DAR Mizan biasanya kami miliki.

Sarah lain lagi. Buku WPB tampaknya sudah mulai gak menarik lagi. Karena kontent sangatlah mudah dipahami oleh dia. Artinya tidak ada pengetahuan baru yang dia peroleh kalau hanya membaca buku WPB saja. Kami coba dengan mulai memberikan buku Ensiklopedia Mini Sains untuk meningkatkan pemahaman ilmu pengetahuan. Mengapa ensiklopedi?? Karena kertasnya tebal sehingga gak mudah sobek, gambarnya menarik, serta berwarna. Jadi, sambil memperlancar membaca sekaligus memperoleh pengetahuan yang tidak sedikit.

8/07/2007

Daftar Mathemagic

Ahad kemaren, kami kembali kunjungan ke Taman Pintar. Tapi, waduh, rame banget, buat beli tiket masuk gedung Oval saja.... antriannya panjang banget. Akhirnya kami putuskan gak jadi masuk gedung Oval. Ganti tujuan, pengen makan di foodcourt, panas banget, pengunjung padat, AC nya kecil. Gak jadi makan.

Tapi Alhamdulillah, didepan loket ada stand Mathemagic. Kursus mathematika untuk anak-anak usia dini, yang kami pikir menarik untuk ditengok. Ada petugas (mbak-mbak) yang siap dengan tangkas melayani pertanyaan dari para pengunjung. Tanya macem-macem ke petugas, terus daftar buat Mbak Sarah, lumayan ada diskon pendaftaran 20%. Tadinya pendaftaran Rp100 ribu jadi Rp80 ribu. Uang kursusnya gak mahal banget, Rp600 ribu untuk 3 bulan. Masuk 2 kali seminggu 75 menitan, tiap kelas 4-6 orang.

Syukur deh, mudah-mudah rezeki buat pendidikan anak-anak untuk bekal mereka di masa depan.

8/06/2007

Hapalan Anak Sangatlah Kuat

Salah satu hasil yang kelihatan nyata anak kami sekolah di TKIT Salman Al Farisi Warungboto adalah hapalan surat-surat pendek yang semakin hari semakin bertambah.

Hingga saat ini, surat yang sudah dihapal Mbak Sarah antara lain, Surat Al Fatihah, An Naas, Al Falaq, Al Ikhlas, Al Lahab, An Nashr, Al Kaafiruun, Al Kautsar, Al Maa'uun, Quraisy, Al Fiil, Al Humazah, Al Ash, At Takaatsur, Al Qoriah (baru 6 ayat) total jendral ada 15 surat dan 81 ayat.

Kami merenung sejenak, di umur kami dahulu, rasanya tak sebanyak itu surat yang kami bisa hapalkan. Bahkan mungkin ketika di bangku Sekolah Dasar (SD), kami baru mulai untuk menghapal surat. Bayangkan, Sarah yang umur 6 tahun saja belum, sudah sedemikian banyak surat yang mampu dia hapal. Kami sangat bersyukur dengan keadaan ini.

Di rumah, kami hampir selalu mengulang-ulang hapalan surat itu. Sebab.....kalau tidak demikian, akan mudah lupa. Misalnya, kalau kami sedang tidak sholat di masjid, biasanya Mbak Sarah kami minta untuk memilih surat yang akan dibaca Bapak sebagai imam sholat. Kadang kala, habis sholat magrib kami minta Sarah untuk qiroat sendiri hapalan yang dia bisa.

Atau kadang (dan sering) kami pinjamkan saja MP3 Player kami yang udah kami isi dengan surat-surat itu. Biasanya Mbak Sarah senang mendengarkan lewat MP3 Player.

Memang akan lebih baik juga bila anak dibacakan pengertian tarjamaah untuk tiap ayatnya. Mumpung Mba Sarah juga sudah bisa membaca sendiri. Kami akan mencoba untuk hal ini.

Ibu Guru

Ini adalah potret ibu guru kelas Mbak Sarah. Yang kiri namanya Bu Alya lengkapnya Bu Siti Aliyah, masih muda banget, tapi sangat akrab sama anak-anak. Eh... sebelum jadi Guru TK, bu Alya ini pernah daftar ke Akpol lho (Akademi Kepolisian), tapi mungkin belum jalan hidupnya, beliau tidak diterima. Tapi gak apa bu...justru guru TK membuat amal ibu lebih banyak lagi.

Disebelah kanan, Bu Yessi, lengkapnya Bu Yessi Tri Wahyuni, juga masih muda, tapi jangan ditanya, urusan mendidik anak usia dini Bu Yessi tidaklah canggung. Kebanyaakan ibu guru di TKIT Salman Al Farisi Warungboto memang mayoritas masih muda-muda. Bahkan lebih muda dari kami. Bahkan diantara mereka justru belum pernah punya pengalaman mempunyai anak. Bahkan diantara mereka ada juga yang belum berkeluarga (mudah-mudahan cepat dapat jodoh yang bu...).

Tapi jangan heran, meskipun demikian. Latar belakang pendidikan para Ibu Guru serta semangat dan kekompakan mereka membuat kami merasa nyaman menitipkan anak-anak kami kepada mereka untuk dididik menjadi generasi yang cemerlang di masa depan.

Kami serius menyekolahkan anak-anak semenjak usia dini bukannya tanpa alasan. Sebaris kalimat yang kami kutip dari Buku Faudzil Azhim yang berjudul "Membuat Anak Gila Membaca" dan "Positive Parenthing" berikut ini cukuplah menjadi pegangan.

"Perkembangan IQ sudah selesai pada usia 12 tahun, dengan perincian 90% perkembangan IQ tercapai pada usia 6 tahun dan 10 % sisanya diselesaikan antara usia 6-12 tahun. Maka rangsangan yang tepat di usia-usia awal akan sangat besar artinya"

Sekolah dan Makan

Adakah hubungan antara anak yang bersekolah dengan nafsu makan. Mungkin ada.. Azka, semenjak masuk sekolah, nafsu makannya menjadi lebih banyak dibandingkan sebelum dia sekolah. Mungkin karena kegiatan di sekolah membuat dia capek. Atau mungkin juga, suasana hati dan pikiran dia menjadi lebih riang dibandingkan kalau gak sekolah.

Karena makan menjadi lebih banyak, akibatnya frekuensi minum susu dia menjadi lebih berkurang. Keadaan ini menguntungkan bagi kami. Kalau dihitung, kebutuhan susu sangatlah besar, cukup menguras kantong kami. Sustagen Junior Vanilla yang sekarton 400 gram paling-paling habis dalam 3-4 hari. Kebutuhan untuk beli susu bisa dihitung, Rp32.000 ribuan kalikan berapa karton tiap bulan.

Tutup Telinga Ada Pesawat

Satu lagi kebiasaan Azka yang unik. Rumah (kontrakan) kami, terletak tepat di bawah jalur pesawat mau landing maupun take off ke Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Tiap pesawat yang melintas pasti kedengaran gemuruh suara mesinnya.

Nah uniknya dimana? Setiap ada suara pesawat, Azka langsung lari menghampiri Maminya, Bapak atau Mbak Sarah. Ngapain? Dia selalu minta ditutupi kedua kupingnya. Nggak tau, dari mana dia dapat ide itu.

8/03/2007

Tidak Nangis Lagi

Hari ini dan kemaren adalah hari yang menggembirakan bagi kami. Si kecil, Azka, biasanya nangis ketika sampai di sekolah. Berontak, tidak mau di tinggal ibunya. Pengennya sang ibu selalu ada disampingnya. Tapi gak mungkin, sekolah mewajibkan anak didik untuk tidak ditungguin orang tuanya.

Kemaren dan hari ini lain. Azka sudah berani ditinggalkan. Seperti biasanya kami berangkat sekolah pagi-pagi jam 1/2 delapan sudah mulai berangkat dari rumah. Azka di depan dan Sarah di belakang. Motor melaju gak begitu kencang, maklum pagi-pagi begini Yogya masih sangat dingin. Kurang lebih 10-15 menit kami sampe di sekolah. Azka langsung turun dari motor, sesuatu yang biasanya tidak mau dilakukan. Salim ke bu guru, ucapkan salam, langsung dia masuk ke kelasnya.

Alhamdulillah, anak kami sudah berani sekolah sendiri tanpa ditunggui ibunya.

7/23/2007

Absen

Baru sekolah satu minggu, Azka harus absen. Sakit sariawan. Ada 5 atau 6 luka sariawan di bibirnya. Makan jadi susah, hampir dua hari malahan dia gak makan, cuma minum susu dan biskuit seadanya. Nangis, minta gendong, badan lemas.

7/16/2007

Ke Taman Pintar

Sabtu kemaren, 14 Juli kami pergi ke Taman Pintar. Taman yang terletak di tengah kota Yogyakarta ini sungguh menarik bagi anak-anak. Kami berangkat ba'da azhar dari rumah. Sampai di sana sekitar setengah empat sore. Kendaraan kami parkir lalu masuk melalui pintu timur. Wow... ternyata sudah banyak sekali pengunjung di sana. Kami langsung menuju gedung Oval yang terletak di sebelah barat taman. Tiket masuk gedung Oval Rp3.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak. Jadilah kami keluar uang Rp 8.000.

Masuk ke Gedung Oval kami lewati lorong akuarium. Persis seperti akuarium di Sea World Jakarta. Ikan-ikan berenang di atas kepala kami. Melewati lorong akuarium, tampak patung dinosaurus besar. Kami hanya berhenti sebentar untuk lihat patung ini.
Terus kami masuk ke dalam. Ada 3 lantai di dalam gedung oval yang masing-masing dihubungkan dengan jalan tanggal spiral. Setiap lantai akan terdapat wahana anak-anak yang sarat dengan pengetahuan. Ya.. sesuai namanya Taman Pintar, tampaknya gedung ini dirancang untuk memintarkan anak-anak.

Apa saja yang kami temukan di sana.Hampir semua wahana berwujud komputer dengan kegunaan yang berbeda-beda. Ada komputer yang menampilkan Suasana Angkasa Luar terutama gugusan planet, ada komputer yang menunjukkan Pengetahuan tentang Gempa. Ada juga Google Earth yang mampu mencari letak suatu tempat di seluruh dunia. Ada juga alat pendeteksi Tsunami buatan SMK Muhammadiyah Yogyakarta. Ada juga komputer yang free bisa digunakan anak untuk akses ke internet. Dan banyak lagi komputer maupun alat yang dapat memberikan pengetahuan bagi anak-anak kita. Pokoknya dijamin anak-anak akan takjub melihat semua alat-alat yang ada di gedung Oval. Tapi sayang, ada beberapa wahana yang tidak bisa dipakai karena sedang diperbaiki. Kamar Gempa ini misalnya. Padahal asyik juga kalau bisa dicoba. Masuk ke Kamar Gempa, penjet tombol, maka pelan-pelan kamar akan bergerak persis seperti gempa di Yogya tahun lalu.

Capek keliling Gedung Oval kami turun ke lantai di bawahnya. Kemudian keluar melalui Gedung Kotak, gedung ini ada disebelah timur gedung Oval. Jalan keluar gedung Oval dibuat sedemikian rupa sehingga kalau kita keluar gedung oval maka akan masuk ke gedung Kotak.
Ada apa digedung kotak?? Ada motor-motor elektrik yang dapat dinaiki anak-anak. Nah yang ini harus bayar juga, caranya beli koin di loket Rp5.000 untuk permainan selama 3 menit.

Puas naik motor elektrik, kami keluar Gedung Kotak. Eit... kalau lapar jangan keluar dulu dari gedung kotak, di bagian timur gedung ada kafetaria yang menyediakan makanan-minuman. Karena anak-anak belum lapar, langsung kami menuju ke bagian barat Taman Pintar. Di sana kami melihat-lihat miniatur pedesaan. Ada sawah, ada pak tani dengan topi caping, ada sapi untuk bajak sawah, ada sepeda, ada gardu sawah, ada berbagai macam peralatan pertanian. Di sebelah utaranya ada miniatur Roket miliknya Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa). Anak-anak boleh naik ke atasnya.

Hari Pertama Sekolah Azka

Hari ini adalah hari pertama Azka masuk sekolah. Baju ini adalah seragam pertama yang dipakai Azka dalam sejarah hidupnya. Baju ini dipake setiap senin. Atas biru dan bawahan biru. Baju atas ada namanya tertulis di kanan bawah. Untuk membedakan dengan baju teman-temannya.Kakaknya, Sarah juga nggak ketinggalan mbantuin Azka make baju, tas, nyiapin minum. Mereka kompak saling bantu membantu, terutama Sarah, seneng banget dia bisa mbantuin adiknya.

Habis pake baju, sarapan, berangkat deh ke sekolah. Azka duduk di depan, kadang pake topi dan gak ketinggalan kacamata hitam (untuk perlindungan debu dan panas matahari), Mbak Sarah duduk di belakang dengan helm pink kesayangannya.

7/09/2007

Nganter Embah Putri

Senin, 2 Juli kemarin embah putri terpaksa harus balik ke Jakarta. Setelah kurang lebih 3 mingguan ngunjungi cucu-cucunya.

Dari rumah berangkat naik taksi hingga stasiun Tugu. Di sana sudah ditunggu oleh Kereta Taksaka pagi, tiket murah gak mahal hanya Rp190.000 itu untuk harga weekend sabtu minggu senin, selain hari itu masih Rp170.000. Mau naik pesawat embah gak mau, karena dari Cengkarengya nanti jauh, lagian yang jemput gak ada. Barang bawaan embah banyak, makanan terutama untuk oleh-oleh.

Sarah & Azka sedih, mbak Sarah hampir mau nangis. Terus pulang? nggak, anak-anak masih main-main sebentar di stasiun.