5/15/2007

Ke Tawangmangu

Sekolah Sarah, TKIT Salman Al Farisi Warungboto Yogyakarta, setiap tahun mengadakan kegiatan rekreasi bersama. Sekolah menyebutnya sebagai kegiatan rihlah. Di acara ini biasanya sekolah mengharuskan orangtua untuk ikut mendampingi anak-anaknya. Tentu, tujuannya agar anak ada pendamping bukan hanya dari guru. Jelas lapangan terbuka, akan merepotkan ibu guru mereka kalau tidak didampingi orang tua. Bahkan, terkadang acara rihlah pun disertai dengan permainan kekompakan antara ortu dengan anak.
Tahun 2007, sekolah memilih Tawangmangu sebagai tempat rihlah. Udara dingin segar, gak panas tentu menyenangkan bagi anak-anak. Sayangnya, lokasi cukup jauh dari Yogya, kurang lebih 3 jam harus ditempuh. Tentu perjalanan yang cukup melelahkan bagi anak dengan rata-rata umur 3 - 5 tahun.

Acara bebas adalah acara terakhir. Mbak Sarah, kami tawarkan naik kuda keliling objek wisata Tawangmangu. Wow...takjub. Mbak Sarah bukanlah anak yang penakut, langsung dia menyambar tawaran kami. Kuda yang dinaiki bukanlah kuda poni, lagi pula seumur-umur dia belum pernah naik kuda. Ini adalah pengalaman pertama bagi dia. Yang membuat kami heran adalah dari mana rasa berani muncul pada dia. Biasanya anak kecil akan takut naik kuda, apalagi sendirian tidak dipegangi orang tuanya.

5/10/2007

Ke Alun-alun Kidul


Salah satu tempat favorit kami untuk rekreasi adalah Alun-alun Kidul Yogyakarta. Public area yang cukup luas menjadi tempat tujuan bagi banyak keluarga Yogya. Banyak permainan anak-anak ditawarkan di sana, tentu dengan tarif yang sangat terjangkau bagi kami. Naik andong putar alun-alun hanya Rp4000 sekali putar, kalau 3 X putar Rp10.000, ada lagi naik kuda poni juga Rp3000 rupiah saja, kalau 2 X Rp 5000.

Ada lagi naik mobil atau becak mini, sekali lagi gak mahal Rp 3000 sekali jalan, kalau 2 x Rp5.000. Ada juga naik gajah besar. Eit....ada yang lebih murah lagi, naik odong-odong Rp1.500 sekali putaran lagu. Total jendral dua anak gak lebih dari 30 ribu an. Untuk urusan makanan, jangan khawatir, murah meriah. Sungguh beruntung warga Yogyakarta, public area seperti ini masih banyak sekali.

5/05/2007

Placement Test Sekolah

Hari ini Sabtu, 5 Mei 2007 adalah hari yang bersejarah dalam kehidupan Azka. Inilah hari ketika Azka menempuh placement test untuk masuk ke TKIT Salman Al Farisi WarungBoto. Ada dua pilihan bagi dia, masuk ke Taman Batita atau Kelompok Bermain. Inilah hari pertama bagi dia untuk diuji berbagai kemampuan agar cocok di kelas mana ia nantinya bersekolah. Tidak masalah bagi kami, apakah di TB ataukah di KB sepanjang itu cocok dengan perkembangan kemampuan dia saat ini. Tapi bagi Azka, pengalaman ini adalah pengalaman yang luar biasa, bertemu banyak orang, bertemu banyak anak dengan tujuan yang sama. Salah satu pertimbangan menyekolahkan anak sedari kecil adalah pepatah " belajar diwaktu kecil ibarat menulis di atas batu".

5/04/2007

Ke Masjid UGM

Jalan-jalan rekreasi adalah kegiatan ringan yang menyenangkan bagi anak. Hari Ahad biasa kami gunakan untuk berjalan kemana saja. Masjid UGM salah satu tempat favorit bagi kami. Halaman yang luas, arsitektur masjid yang terbuka membuat anak kami, Sarah & Azka biasa berlarian kesana kemari di halaman masjid. Di tempat itu pula kami kenalkan tempat sholat, tempat wudhu, bedug, serta apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan bila ada di dalam masjid.

5/02/2007

Belajar dengan Handphone

Dua hari Sarah gak masuk sekolah, badannya panas, mungkin kecapean. Kami ada ide untuk memberi tanggungjawab kepada dia. Kami minta dia kirim SMS ijin absen ke Ibu Guru (namanya Bu Yessi). Wow, anak 4,5 tahun akan sangat tertarik untuk mencoba sesuatu yang baru. Ibu Neno Warisman menyatakan "anak akan selalu membuka jendela untuk melihat ada apa diluar rumahnya". Uniknya, kirim SMS ini bisa menjadi media buat anak belajar mengenali huruf, mengeja kata sekaligus memilih huruf untuk membentuk kata. Sayang huruf yang ada di pad handphone terlalu kecil buat anak kami. Tapi tak mengapa, meskipun melalui perjuangan berat (bagi Sarah) akhirnya tertulis juga sebaris kalimat " Bu Yessi hari ini Sarah tidak masuk sekolah". Sungguh menjadi pengalaman luar biasa bagi anak kami. Begitu pula bagi kami.

Unik

Memperhatikan kehidupan keseharian anak-anak kita, pasti ada sisi menarik yang tidak mudah untuk dipahami. Sarah & Azka. Mereka hampir selalu berangkat tidur habis magrib atau kadang maksimal jam 7 malam. Jarang mereka tidur lebih dari jam itu. Pagi-pagi benar sekitar jam 4 an mereka akan bangun. Kami tidak tahu mengapa mereka bisa teratur seperti itu. Mungkin juga karena ibu mereka memang selalu mengajak anak tidur habis magrib.

Kami pikir mungkin karena siang harinya mereka tidak tidur siang. Tapi gak juga, mereka kadang tetap tidur siang. Mungkin keteraturanlah yang membuat mereka mudah sekali untuk tidur di malam hari. Alhamdulillah keadaan ini meringankan kami dalam mendidik anak.

5/01/2007

Azka Bisa Naik Sepeda

Alhamdulillah, hari ini, Azka bisa ngayuh sepeda roda tiga miliknya. Sebetulnya sepeda warisan dari kakaknya, Sarah. Dari raut muka....... wow seneng sekali dia, mondar-mandir dalam rumah, meski luas rumah tak seberapa besar, itupun masih ngontrak. Sebagai orang tua kadang kami ketinggalan dalam memperhatikan perkembangan anak. Maklum, orang kerja, jelas jarang di rumah. Waktu ketemupun pas pagi atau sore hari.