6/22/2007

Matikan TV Sebentar

Para ahli komunikasi maupun ahli pendidikan anak banyak menyimpulkan tentang dampak buruk Televisi bagi perkembangan anak-anak. Buku yang baru saja kami baca Membuat Anak Gila Membaca karya Ustadz Fauzil Adhim mengutip banyak pendapat tentang hal itu. Kami mencoba untuk mengurangi jadwal nonton TV bagi Sarah & Azka. Bahkan hampir tiap hari tidak ada lagi waktu bagi mereka untuk nonton TV.

Pagi ini kami coba untuk memulai. Habis shubuh TV sengaja kami cabut saklarnya. Biasanya Sarah & Azka duduk manis menonton acara kesukaan mereka, dengan terpaksa kami hambat keinginan mereka.

Apakah mereka nurut, nggak. Mereka protes, tentu dengan lagak mereka sebagai anak kecil. Gimana supaya gak protes? Kami alihkan kegiatan mereka untuk membaca majalah untuk anak serial MIO dari DarMizan. Kadang kami biarkan saja mereka mau apa saja asalkan nggak nonton TV.

Kami gelar tikar di dapur belakang, kami duduk berempat, tapi seringnya juga hanya bertiga Sarah, Azka dan Bapak. Ke mana Mami, biasanya mami masak buat sarapan. Sarah menyebut gelar tikar ini sebagai piknik. Sarah, yang sudah bisa membaca kata demi kata, lebih suka huruf-huruf dengan size yang besar. Azka yang sama sekali belum bisa membaca, biasanya hanya suka dengan gambar-gambar dan menyebutkan nama gambar itu. Oleh karena itu, buku dengan banyak gambar dan variasi warna tampaknya menjadi kesukaan mereka. Kegiatan tersebut kelihatannya sepele benar. Tapi sesungguhnya kami senang punya kebiasaan baru di pagi hari (ba'da shubuh) untuk membaca. Alhamdulillah.

1 comment:

SarahAzka said...

Kami pernah baca buku Fauzil Azhim, bagus dan bermutu bagi keluarga muda.