Pagi ini kami coba untuk memulai. Habis shubuh TV sengaja kami cabut saklarnya. Biasanya Sarah & Azka duduk manis menonton acara kesukaan mereka, dengan terpaksa kami hambat keinginan mereka.
Apakah mereka nurut, nggak. Mereka protes, tentu dengan lagak mereka sebagai anak kecil. Gimana supaya gak protes? Kami alihkan kegiatan mereka untuk membaca majalah untuk anak serial MIO dari DarMizan. Kadang kami biarkan saja mereka mau apa saja asalkan nggak nonton TV.
Kami gelar tikar di dapur belakang, kami duduk berempat, tapi seringnya juga hanya bertiga Sarah, Azka dan Bapak. Ke mana Mami, biasanya mami masak buat sarapan. Sarah menyebut gelar tikar ini sebagai piknik. Sarah, yang sudah bisa membaca kata demi kata, lebih suka huruf-huruf dengan size yang besar. Azka yang sama sekali belum bisa membaca, biasanya hanya suka dengan gambar-gambar dan menyebutkan nama gambar itu. Oleh karena itu, buku dengan banyak gambar dan variasi warna tampaknya menjadi kesukaan mereka. Kegiatan tersebut kelihatannya sepele benar. Tapi sesungguhnya kami senang punya kebiasaan baru di pagi hari (ba'da shubuh) untuk membaca. Alhamdulillah.
1 comment:
Kami pernah baca buku Fauzil Azhim, bagus dan bermutu bagi keluarga muda.
Post a Comment