7/23/2007

Absen

Baru sekolah satu minggu, Azka harus absen. Sakit sariawan. Ada 5 atau 6 luka sariawan di bibirnya. Makan jadi susah, hampir dua hari malahan dia gak makan, cuma minum susu dan biskuit seadanya. Nangis, minta gendong, badan lemas.

7/16/2007

Ke Taman Pintar

Sabtu kemaren, 14 Juli kami pergi ke Taman Pintar. Taman yang terletak di tengah kota Yogyakarta ini sungguh menarik bagi anak-anak. Kami berangkat ba'da azhar dari rumah. Sampai di sana sekitar setengah empat sore. Kendaraan kami parkir lalu masuk melalui pintu timur. Wow... ternyata sudah banyak sekali pengunjung di sana. Kami langsung menuju gedung Oval yang terletak di sebelah barat taman. Tiket masuk gedung Oval Rp3.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak. Jadilah kami keluar uang Rp 8.000.

Masuk ke Gedung Oval kami lewati lorong akuarium. Persis seperti akuarium di Sea World Jakarta. Ikan-ikan berenang di atas kepala kami. Melewati lorong akuarium, tampak patung dinosaurus besar. Kami hanya berhenti sebentar untuk lihat patung ini.
Terus kami masuk ke dalam. Ada 3 lantai di dalam gedung oval yang masing-masing dihubungkan dengan jalan tanggal spiral. Setiap lantai akan terdapat wahana anak-anak yang sarat dengan pengetahuan. Ya.. sesuai namanya Taman Pintar, tampaknya gedung ini dirancang untuk memintarkan anak-anak.

Apa saja yang kami temukan di sana.Hampir semua wahana berwujud komputer dengan kegunaan yang berbeda-beda. Ada komputer yang menampilkan Suasana Angkasa Luar terutama gugusan planet, ada komputer yang menunjukkan Pengetahuan tentang Gempa. Ada juga Google Earth yang mampu mencari letak suatu tempat di seluruh dunia. Ada juga alat pendeteksi Tsunami buatan SMK Muhammadiyah Yogyakarta. Ada juga komputer yang free bisa digunakan anak untuk akses ke internet. Dan banyak lagi komputer maupun alat yang dapat memberikan pengetahuan bagi anak-anak kita. Pokoknya dijamin anak-anak akan takjub melihat semua alat-alat yang ada di gedung Oval. Tapi sayang, ada beberapa wahana yang tidak bisa dipakai karena sedang diperbaiki. Kamar Gempa ini misalnya. Padahal asyik juga kalau bisa dicoba. Masuk ke Kamar Gempa, penjet tombol, maka pelan-pelan kamar akan bergerak persis seperti gempa di Yogya tahun lalu.

Capek keliling Gedung Oval kami turun ke lantai di bawahnya. Kemudian keluar melalui Gedung Kotak, gedung ini ada disebelah timur gedung Oval. Jalan keluar gedung Oval dibuat sedemikian rupa sehingga kalau kita keluar gedung oval maka akan masuk ke gedung Kotak.
Ada apa digedung kotak?? Ada motor-motor elektrik yang dapat dinaiki anak-anak. Nah yang ini harus bayar juga, caranya beli koin di loket Rp5.000 untuk permainan selama 3 menit.

Puas naik motor elektrik, kami keluar Gedung Kotak. Eit... kalau lapar jangan keluar dulu dari gedung kotak, di bagian timur gedung ada kafetaria yang menyediakan makanan-minuman. Karena anak-anak belum lapar, langsung kami menuju ke bagian barat Taman Pintar. Di sana kami melihat-lihat miniatur pedesaan. Ada sawah, ada pak tani dengan topi caping, ada sapi untuk bajak sawah, ada sepeda, ada gardu sawah, ada berbagai macam peralatan pertanian. Di sebelah utaranya ada miniatur Roket miliknya Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa). Anak-anak boleh naik ke atasnya.

Hari Pertama Sekolah Azka

Hari ini adalah hari pertama Azka masuk sekolah. Baju ini adalah seragam pertama yang dipakai Azka dalam sejarah hidupnya. Baju ini dipake setiap senin. Atas biru dan bawahan biru. Baju atas ada namanya tertulis di kanan bawah. Untuk membedakan dengan baju teman-temannya.Kakaknya, Sarah juga nggak ketinggalan mbantuin Azka make baju, tas, nyiapin minum. Mereka kompak saling bantu membantu, terutama Sarah, seneng banget dia bisa mbantuin adiknya.

Habis pake baju, sarapan, berangkat deh ke sekolah. Azka duduk di depan, kadang pake topi dan gak ketinggalan kacamata hitam (untuk perlindungan debu dan panas matahari), Mbak Sarah duduk di belakang dengan helm pink kesayangannya.

7/09/2007

Nganter Embah Putri

Senin, 2 Juli kemarin embah putri terpaksa harus balik ke Jakarta. Setelah kurang lebih 3 mingguan ngunjungi cucu-cucunya.

Dari rumah berangkat naik taksi hingga stasiun Tugu. Di sana sudah ditunggu oleh Kereta Taksaka pagi, tiket murah gak mahal hanya Rp190.000 itu untuk harga weekend sabtu minggu senin, selain hari itu masih Rp170.000. Mau naik pesawat embah gak mau, karena dari Cengkarengya nanti jauh, lagian yang jemput gak ada. Barang bawaan embah banyak, makanan terutama untuk oleh-oleh.

Sarah & Azka sedih, mbak Sarah hampir mau nangis. Terus pulang? nggak, anak-anak masih main-main sebentar di stasiun.

Cabut Gigi

Sabtu 7 Juli kemarin akhirnya mbak Sarah mau juga dicabut giginya. Kami pilih Puskesmas Gondokusuman yang dekat rumah. Berapa biayanya?? murah meriah hanya pendaftaran dan biaya cabut Rp5.750.

Lokasinya juga dekat paling naik motor gak sampe 5 menit. Dari perempatan Brimob Baciro ke barat hingga ketemu Pabrik Tarumartani, belok kiri terus hingga mentok jalan Tunjung, nah dipojok itulah Puskesmas berada, Parkir dulu, daftar terus masuk ke poliklinik gigi, disana sudah ditunggu 3 orang paramedis dengan pelayanan yang sangat ramah..ya sangat ramah. Bila kami bandingkan di rumah sakit besar yang pernah kami alami. Terimakasih Pemerintah yang telah menyediakan Puskesmas.

Nangis? Jelas. Namanya juga anak kecil. Tapi hebatnya mbak Sarah, nangisnya cuma sebentar.

Naik Prameks

Kemana liburan anak-anak?, Bandung, Jakarta dengan Ancol dan Dufannya, Puncak dengan Taman Safarinya, Surabaya. Ah... kami tidak punya cukup uang untuk pergi kesana.

Kemana kami pergi? Gampang dan murah. Naik Prameks pulang pergi Yogya-Solo. Lagipula ini sudah menjadi keinginan Sarah dan Azka. Tiap hari mereka hanya melihat kereta lalu-lalang di stopan kereta Baciro dekat Masjid Al Barokah. Inilah kesempatan bagi mereka untuk mencicipi kereta jarak pendek.

Berangkat dari Lempuyangan jam 1 siang, butuh kurang lebih 45 menitan untuk sampai di Solo. Kurang lebih jam 2 an kami turun di stasiun Solo Balapan. Kemana aja di Solo?, gak kemana-mana. Hanya makan siang di Solo Grand Mall. Dari Balapan naik becak Rp12.000 saja. Karena kami ingin bagi rejeki kami tambahi pak Becak jadi Rp15.000. Tapi sayang, Azka malah muntah-muntah gak enak badan. Jadinya habis makan langsung balik ke stasiun Purwosari. Dari Grand Mall ke Purwosari naik becak nggak mahal hanya Rp8.000 saja.

Langsung berangkat? Enggak. Kami masih harus nunggu 2 jam hingga kereta dari Yogya tiba di Purwosari. Untuk di stasiun Purwosari ada orgen tunggal yang menghibur penumpang. Jadilah kami nunggu sembari diiringi musik. Akhirnya kereta datang juga, kami berangkat jam 5 kereta melaju dulu ke Stasiun Palur, baru balik ke Yogyakarta. Sampai di stasiun Lempuyangan Yogya jam 7 an. Turun, ambil motor di tempat parkir, langsung meluncur ke rumah untuk istirahat.

Model kereta Prameks persis seperti KRL Jabodetabek. Tempat duduk di kanan kiri, pintu otomatis, dan lumayan bersih. Penumpang ada yang duduk dan ada yang berdiri, eit...hati-hati ada copetnya juga lho. Koq tahu?? Ibunya Sarah justru yang curiga gerak-gerik seorang penumpang di depan kami. Dan kebetulan pas perjalanan ada ibu-ibu disamping sang "copet" yang tiba-tiba berdiri dan memberikan kursinya pada penumpang lain, padahal yang diberikan justru anak muda yang masih sehat. Masa sih ibu-ibu ngasih kursi ke pemuda sehat. Nah inilah pangkal kecurigaan ibunya Sarah. End ternyata benar.