7/23/2007
Absen
Baru sekolah satu minggu, Azka harus absen. Sakit sariawan. Ada 5 atau 6 luka sariawan di bibirnya. Makan jadi susah, hampir dua hari malahan dia gak makan, cuma minum susu dan biskuit seadanya. Nangis, minta gendong, badan lemas.
7/16/2007
Ke Taman Pintar
Ada apa digedung kotak?? Ada motor-motor elektrik yang dapat dinaiki anak-anak. Nah yang ini harus bayar juga, caranya beli koin di loket Rp5.000 untuk permainan selama 3 menit.
Puas naik motor elektrik, kami keluar Gedung Kotak. Eit... kalau lapar jangan keluar dulu dari gedung kotak, di bagian timur gedung ada kafetaria yang menyediakan makanan-minuman. Karena anak-anak belum lapar, langsung kami menuju ke bagian barat Taman Pintar. Di sana kami melihat-lihat miniatur pedesaan. Ada sawah, ada pak tani dengan topi caping, ada sapi untuk bajak sawah, ada sepeda, ada gardu sawah, ada berbagai macam peralatan pertanian.
Hari Pertama Sekolah Azka
Habis pake baju, sarapan, berangkat deh ke sekolah. Azka duduk di depan, kadang pake topi dan gak ketinggalan kacamata hitam (untuk perlindungan debu dan panas matahari), Mbak Sarah duduk di belakang dengan helm pink kesayangannya.
7/09/2007
Nganter Embah Putri
Dari rumah berangkat naik taksi hingga stasiun Tugu. Di sana sudah ditunggu oleh Kereta Taksaka pagi, tiket murah gak mahal hanya Rp190.000 itu untuk harga weekend sabtu minggu senin, selain hari itu masih Rp170.000. Mau naik pesawat embah gak mau, karena dari Cengkarengya nanti jauh, lagian yang jemput gak ada. Barang bawaan embah banyak, makanan terutama untuk oleh-oleh.
Cabut Gigi
Lokasinya juga dekat paling naik motor gak sampe 5 menit. Dari perempatan Brimob Baciro ke barat hingga ketemu Pabrik Tarumartani, belok kiri terus hingga mentok jalan Tunjung, nah dipojok itulah Puskesmas berada, Parkir dulu, daftar terus masuk ke poliklinik gigi, disana sudah ditunggu 3 orang paramedis dengan pelayanan yang sangat ramah..ya sangat ramah. Bila kami bandingkan di rumah sakit besar yang pernah kami alami. Terimakasih Pemerintah yang telah menyediakan Puskesmas.
Nangis? Jelas. Namanya juga anak kecil. Tapi hebatnya mbak Sarah, nangisnya cuma sebentar.
Naik Prameks
Kemana kami pergi? Gampang dan murah. Naik Prameks pulang pergi Yogya-Solo. Lagipula ini sudah menjadi keinginan Sarah dan Azka. Tiap hari mereka hanya melihat kereta lalu-lalang di stopan kereta Baciro dekat Masjid Al Barokah. Inilah kesempatan bagi mereka untuk mencicipi kereta jarak pendek.
Berangkat dari Lempuyangan jam 1 siang, butuh kurang lebih 45 menitan untuk sampai di Solo. Kurang lebih jam 2 an kami turun di stasiun Solo Balapan. Kemana aja di Solo?, gak kemana-mana. Hanya makan siang di Solo Grand Mall. Dari Balapan naik becak Rp12.000 saja. Karena kami ingin bagi rejeki kami tambahi pak Becak jadi Rp15.000. Tapi sayang, Azka malah muntah-muntah gak enak badan. Jadinya habis makan langsung balik ke stasiun Purwosari. Dari Grand Mall ke Purwosari naik becak nggak mahal hanya Rp8.000 saja.
Model kereta Prameks persis seperti KRL Jabodetabek. Tempat duduk di kanan kiri, pintu otomatis, dan lumayan bersih. Penumpang ada yang duduk dan ada yang berdiri, eit...hati-hati ada copetnya juga lho. Koq tahu?? Ibunya Sarah justru yang curiga gerak-gerik seorang penumpang di depan kami. Dan kebetulan pas perjalanan ada ibu-ibu disamping sang "copet" yang tiba-tiba berdiri dan memberikan kursinya pada penumpang lain, padahal yang diberikan justru anak muda yang masih sehat. Masa sih ibu-ibu ngasih kursi ke pemuda sehat. Nah inilah pangkal kecurigaan ibunya Sarah. End ternyata benar.
Subscribe to:
Posts (Atom)