8/08/2007

Membaca Bersama Adik

Tidak sedikit para keluarga muda beranggapan bahwa banyak anak justru merepotkan. Kami kira anggapan demikian tidaklah selalu benar. Kalau kita mampu mengelola keluarga dengan baik, bahkan justru banyak anak akan memudahkan kita untuk mendidik anak-anak kita sendiri.

Tanpa bermaksud meninggikan hati, Alhamdulillah kami diberi titipan anak oleh Allah SWT dengan segala kemudahan. Salah satu kemudahaan yang kami rasakan adalah kemampuan Sarah sebagai kakak yang mempu me-ngemong adiknya, Azka, dengan sangat baik. Kalau adiknya sakit, Mbak Sarah akan sangat sigap membantu kami. Kalau Azka nangis, mbak Sarah cepat-cepat memeluknya supaya berhenti nangis. Kalau Azka pake baju, mbak Sarah pasti sibuk mencarikan celana, baju dan membantu memakaikannya.

Ini satu kemudahan lagi. Mbak Sarah, karena sudah bisa membaca, paling seneng membacakan bacaan buat adiknya. Ambil buku, adiknya duduk di samping, lalu mbak Sarah membacakan lembar-demi lembar buku yang di baca. Azka akan tekun mendengarkan bahkan kadang-kadang mengikuti kata-kata yang diucapkan oleh kakaknya. Hal ini meringankan kami, tugas membaca berpindah dari kami ke mbak Sarah.
Azka paling senang membaca buku-buku kategori WPB (wordless paper book). Cirinya adalah banyak gambar dengan tulisan yang sedikit dan penggunaan font huruf yang besar. Dan tentunya warna-warni gambar sangatlah kuat. Warna dan bentuk gambarlah yang membuat mereka tertarik dengan isi buku. Kontent buku sangatlah sederhana dan tidaklah rumit. Buku terbitan DAR Mizan biasanya kami miliki.

Sarah lain lagi. Buku WPB tampaknya sudah mulai gak menarik lagi. Karena kontent sangatlah mudah dipahami oleh dia. Artinya tidak ada pengetahuan baru yang dia peroleh kalau hanya membaca buku WPB saja. Kami coba dengan mulai memberikan buku Ensiklopedia Mini Sains untuk meningkatkan pemahaman ilmu pengetahuan. Mengapa ensiklopedi?? Karena kertasnya tebal sehingga gak mudah sobek, gambarnya menarik, serta berwarna. Jadi, sambil memperlancar membaca sekaligus memperoleh pengetahuan yang tidak sedikit.

No comments: