10/30/2007

Ke Adik Nadia & Kaffa di Bekasi - Mudik Lebaran

Hari ke 5 bulan syawal, Sarah & Azka berkunjung ke tempat adik Nadia & Kaffa di Bekasi.

Untuk ke tempat adik Nadia, kami melewati jalan raya Cibubur, kemudian belok ke kiri masuk ke Kota Wisata, terus keluar hingga ketemu jalan raya Narogong Bekasi. Menyusuri jalan raya Narogong kami harus belok kekanan, tepat pas di perempatan pasar untuk menuju arah Bantar Gebang. Jalan ini kemudian kami lalui hingga masuk ke perumahan Pondok Timur Indah.

Di sana Sarah & Azka menginap semalam. Lumayan, Sarah & Azka sempat pula diajak berenang di kolam renang dekat rumah.

10/29/2007

Terlalu Lama Libur

Liburan lebaran yang hampir 3 minggu ternyata menimbulkan masalah bagi kami. Hari pertama dan kedua setelah masa libur, Azka masih masih sekolah. Entah kenapa hari ketiga, Rabu tanggal 24 Oktober 2007 , dia mogok sekolah. Meski baju seragam sudah melekat di badan, tas sekolah sudah terisi perlengkapan sekolah, air minum di botol pun sudah terisi penuh. Eh... giliran motor sudah dinyalakan mesinnya, mendadak dia bilang, "aku mau di rumah aja".

Sejenak kami terkejut, gak seperti biasanya dia menolak sekolah. Bisanya dengan riang gembira di akan selalu siap untuk berangkat sekolah.

Mungkin liburnya terlalu kelamaaan.

10/28/2007

Pulang Ke Jogja - Mudik Lebaran

Liburan lebaran udah mau habis, Senin 22 Oktober, Sarah & Azka sudah masuk sekolah. Bapak udah mulai lagi kesibukannya untuk ngajar di Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta. Tibalah waktunya untuk meninggalkan rumah simbah di Cimanggis, kembali ke Jogjakarta

Kami pilih naik pesawat untuk pulang ke Jogja. Tadinya mbak Sarah dan Azka minta naik kereta. Tapi sayang.. kami sudah terlanjur beli tiket Adam Air. Malahan harga tiketnya lebih murah dibanding kereta. Kami kena harga Rp329.000 per seat, dibanding kereta Argo Dwipangga yang Rp350.000 per seat. Kami beli 4 seat jadi total jendral habis Rp1.316.000.

Dari rumah kami naik taksi menuju ke Terminal Kampung Rambutan untuk nantinya kami naik bis Bandara ka Cengkareng. Ongkos taksi Rp 40.000 belum termasuk bayar tol Rp2.000 dan bayar masuk terminal Rp2.000.Dari terminal Kampung Rambutan kami naik bis bandara. Ongkos bis ini cukup murah, hanya Rp15.000 per seat, jadinya kami habis Rp60.000. Bis ini berangkat tiap 1/2 jam sekali. Kami tunggu sejenak, tepat jam 13.00 bisa melaju ke rute bandara. Sepanjang perjalanan Azka senang sekali karena bisa lihat macem-macem dijalanan. Selama 1 jam kami harus tempuh perjalanan ini hingga tepat jam 2 siang kami tiba di bandara. Untung hari ini minggu dan jalanan gak macet, biasanya bisa lebih dari 2 jam.

Karena masih lama waktu check in nya. Kami tunggu dulu sambil melihat-lihat suasana di loby luar terminal 1 C. Puas main-main di luar, kami putuskan untuk masuk ke ruang check in. Eh... tak taunya cek baru bisa dimulai jam 4 sore. Kami tunggu sebentar, sambil melihat-lihat suasana di ruang check in. Jam 4 kamipun akhirnya check ini, langsung kemudian kami masuk ruang boarding. Eh tak taunya... pesawat delay, yang tadinya take off jam 1/2 6 sore ditunda jadi jam 19.00. Yah kami semakin lama nunggunya.
Di ruang boarding, sambil menunggu keberangkatan, kami disuguhi air mineral dan sepotong roti boy dari pihak Adam Air. Akhirnya jam 7 malam kamipun take off menuju kota kami tercinta, Jogjakarta.
Jam 20.00 pesawat, landing di bandara Adisucipto. Wah senang sekali rasanya. Langsung kami pesan taksi lewat taxi service. Ke arah Baciro kami bayar Rp35.000 dengan taksi Rajawali miliknya koperasi Angkatan Udara.

Kurang lebih jam 1/2 9 malam kamipun sampai di depan rumah (kontrakan) kami. Alhamdulillah perjalanan panjang sudah kami tempuh dengan selamat. Kalau dihitung total kami berangkat dari rumah di Cimanggis jam 1/2 1 siang hingga sampe di rumah di Baciro, kami habiskan kurang lebih 8 jam. Sama dengan perjalanan kereta.

Sepertinya tahun dengan lebih baik kami pilih saja naik kereta.

Ke Tempat PakDe Tono - Mudik Lebaran

Senin siang, 15 Oktober 2007, kami melanjutkan perjalanan dari rumah Mbah Midjo yang di Bintaro ke tempatnya PakDe Tono di Sawangan Bogor.

Supaya nyaman dan cepat, kembali kami pilih naik taksi Blue Bird. Perjalanan ke Sawangan kami pilih rute melalui Pondok Cabe terus masuk ke Jalan Raya Sawangan Bogor. Kurang lebih 30 menit perjalanan kami tempuh, ongkos taksinya sekitar Rp55.000. Woo... disana rupanya sudah menunggu saudara-saudara yang lain. Ada Om Sulis sepupunya bapak dan ada Bude Siti juga sepupunya bapak. Nah yang paling terkesan ini ketemu bude Siti. Bapak udah lama banget gak ketemu bude Siti ini, kurang lebih 15 tahun. Ternyata bude tinggal di Tangerang.

Kami putuskan, seperti biasanya, untuk menginap semalam di rumah Pakde Tono

10/23/2007

Ke Tempat Mbah Midjo - Mudik Lebaran

Hari ketiga lebaran, Senin 15 Oktober kami berkunjung ke rumah Pakde Tono. Rumahnya di Bojongsari Sawangan Bogor. Sebelum ke Pakde Tono, Sarah & Azka, berkunjung dulu ke rumah Mbah Midjo di Deplu Raya Bintaro. Pagi-pagi jam 9 kami sudah siap berangkat.

Sesuai rencana kami naik taksi ke Bintaro. Taksi yang kami pilih juga bukan sembarang taksi. Taksi Blue Bird namanya. Kata orang taksi ini taksi yang bagus. Sopirnya ramah, tidak kebut-kebutan, di dalam taksi juga bersih, tidak bau rokok. Kami naik dari rumah, masuk ke jalan menuju tol Jagorawi. Masuk tol lewat gate Cibubur, ambil tiket, lalu taksi meluncur menyusuri jalan tol yang bebas hambatan. Masuk ke gerbang Kampung Rambutan kami bayar Rp8.000 untuk lewat ke tol arah Pondok Pinang.

Kurang lebih 45 menit perjalanan kami lalui, akhirnya kami keluar tol lewat gerbang Pondok Pinang, untuk menunju arah Deplu Raya Bintaro. Ongkos taksi kami bayar sekitar Rp70.000. Di sana mbah Midjo ternyata baru pergi ke pasar. Kami tunggu beberapa saat.

Ke Masjid Kubah Emas - Mudik Lebaran

Kabar mengenai kemegahan masjid Dian Al Mahri sudah lama kami dengar, baik lewat acara di televisi maupun dari liputan masjid di majalah Hidayah yang sering kami baca. Penasaran, kamipun berkunjung ke masjid yang juga terkenal sebagai masjid Kubah Emas. Dinamakan Kubah Emas karena konon memang semua kubah masjid ini dilapisi dengan emas. Konon pula ibu Dian Al Mahri, yang membangun masjid ini adalah orang kaya, pengusaha minyak.

Hari jumat, 19 Oktober jam 10 pagi kami sudah siap-siap berangkat ke masjid yang ternyata letaknya dekat dengan rumah kami. Berempat kami naik Sepeda Motor, diboncengin sama Om Ibnu dan Om Izal. Perjalan gak jauh kira-kira 3/4 jam.

Dari rumah kami masuk ke Jalan Raya Bogor. Sampe di simpangan jalan baru, kami belok kanan terus hingga masuk Jalan Margonda Raya depok. Kami belok kiri terus hingga ketempu simpangan ke arah Sawangan Bogor. Masuklah kami ke jalan raya Depok Parung. Terus hingga ketemu simpang tiga Sawangan dan Cinere. Simpang tiga ini kalau ke kekiri ke arah Sawangan dan kalau ke kanan ke arah Cinere. Nah.. Masjid Kubah Emas ini adalah di pinggir jalan raya Depok Cinere.

Mulai dari simpangan tiga ini, kemacetan sudah harus kami alami. Maklum jalan raya Depok Cinere ini hanya punya dua ruas jalur. Bagi yang pake mobil jelas, situasi ini sangat menjengkelkan. Untungnya, kami naik motor, jadi walau macet kami tetep bisa blusak-blusuk di celah-celah mobil menembus kemacetan.
Masuk ke masjid suara adzan jum/at ternyata sudah terdengar, buru-buru kami parkir motor. Terus jalan kaki dari halaman parkir ke masjid.

Tiba Di Bandara Sukarno Hatta - Mudik Lebaran

Jam 15.30 pesawat landing di Bandara Sukarno Hatta Cengkareng. Sebelum landing, Sarah dan Azka sempat nengok-nengok lewat jendela, melihat pemandangan kota Jakarta di bawahnya.

Landing berjalan mulus, tanpa hentakan yang cukup berarti. Pesawat putar-putar sebentar untuk parkir di apron. Pesawat berhenti, dan kamipun keluar lewat pintu depan. Sebetulnya lewat pintu belakang akan lebih cepat, karena seat kami 24 A,B,C,D lebih dekat lewat belakang. Tapi gak tau kenapa mobil tangga pesawat malahan gak datang-datang.

Kami berjalan ke ruang bagasi untuk mengambil koper bawaan kami. Kami tunggu cukup lama. Koper melewati karet berjalan memutar-mutar. Akhirnya ketemu juga koper bawaan kami. Kami ambil dan kami bejalan keluar ruang bagasi. Di luar tampak sudah menunggu Om Iwan yang menjemput kami bersama dengan Pak Lani teman dia. Pak Lani ini driver rental mobil yang kami sewa untuk membawa kami ke rumah di Cimanggis. Lumayan murah kami hanya perlu bayar Rp200.000. Ongkos tol dan parkir dia yang bayar.

Wesss...... mobil Pak Lani (Daihatsu zenia warna hijau muda) meluncur kencang melewati jalan tol menuju rumah kami. Kurang lebih jam 18.00 kami sampe juga dirumah.

Alhamdulillah

Selama di pesawat - Mudik Lebaran

Perjalanan 50 menit harus kami tempuh dengan pesawat udara dari Yogya ke Jakarta. Pesawat Adam Air yang kami tumpangi adalah pesawat Boeing 747 Seri 400. Tampak sangat bersih, tidak berbau dan pelayanan pramugari cukup ramah. Segelas air mineral kami terima selama perjalanan. Ngga ada permen apalagi snak besar.

Pengalaman baru dialami oleh Azka, anak kami yang kedua. Saat take off dari bandara Adisucipto biasanya diawali dengan kecepatan tinggi lalu kemudian moncong depan pesawat akan terangkat naik. Nah... kecepatan tinggi inilah yang membuat Azka sedikit takut. Dengan suara lirih dia bilang ke maminya. "Mami aku pegangin ya..". Sedih juga mendengar suara lirih dia. Kami gak ingin anak-anak kami jadi anak yang penakut. Kami gak ingin anak-anak kami jadi anak yang tidak mandiri. Saking takutnya mungkin, sepanjang perjalanan di pesawat sampe-sampe Azka gak melepas kacamata hitam yang melekat di matanya.

Mudah-mudahan ketakutan dia hanya terjadi kali ini saja. Di masa depan semoga dia gak takut lagi.

Ke Bandara Adisucipto - Mudik Lebaran

Perjalanan ke Bandara Adisucipto adalah perjalanan yang pertama harus kami lalui dalam rangka mudik lebaran 2007. Rencananya kami pake Adam Air untuk mudik ke Cimanggis Depok. Jauh-jauh hari kami sudah dapat tiket untuk ber empat. Tarif rate yang kami bayar Rp239.000 total jendral kami keluarkan Rp936.000. Harga tiket yang kami bayar ini justru lebih murah dibandingkan kereta Argo Lawu yang besarnya Rp250.000 per seat. Aneh ya.... tiket pesawat koq lebih murah dibanding kereta.

Dari rumah kami berangkat jam 1/2 satu siang untuk ngejar target check in jam satu siang. Taksi yang kami tumpangi berjalan biasa tidak terlalu kencang dan tidak terlalu lambat. Tepat jam satu siang kami tiba juga di bandara. Ongkos taksi kami bayar Rp25.000 dari ongkos argo Rp23.750. Masuk portal parkir kami harus bayar Rp2.500. Tas kami turunin dari bagasi, lalu kami masuk ruang check in. Tentu dengan terlebih dahulu melewati pintu pemeriksaan.

Check in selesai. Kami lalu masuk ruang boarding. Terlebih dahulu bayar airport tax Rp25.000 per tiket, totalnya kami bayar Rp100.000. Melewati loket pembayaran airport tax, kami lewati lagi pintu pemeriksaan. Di ruang boarding, keramean tidak terlalu ramai, paling tidak bila kami bandingkan lebaran tahun lalu.

Pesawat rencananya take off jam 13.55. Eh... tak taunya. Pesawat harus delay jadi berangkat jam 14.40. Penyebabnya karena pesawatnya yang akan kami tumpangi baru landing jam 14.20. Jadi harus nunggu bentar untuk dibersihkan dan pemeriksaan pesawat, begitulah kata petugas Adam Air.

Akhirnya tibalah jua waktu yang kami tunggu-tungu. Tepat jam 14.40 kami keluar dari boarding room untuk masuk ke pesawat yang telah menunggu kami di tempat parkir. Masuk pesawat, kami cari deretan tempat duduk nomor 24A,B,C,D. Sengaja kami pilih tempat bagian belakang. Eh.. tak taunya banyak juga seat yang kosong.

10/05/2007

Ganti Rutinitas

Rutinitas harian mbak Sarah berubah semasa bulan Ramadhan tahun ini. Pagi-pagi benar bangun untuk makan sahur, sekitar jam 1/2 tiga pagi. Kadang-kadang, kalau maminya gak masak, dia nemenin beli lauk di warung dekat rumah. Habis makan sahur, imsak, terus sholat shubuh ke masjid Darussalam Brimob Yogyakarta. Abis sholat, nunggu bentar dengerin kultum dari pak ustadz.

Jam 1/2 8 pagi udah berangkat sekolah. Belajar disekolah dimajuin jamnya, biasanya sampe jam 1 siang, berhubung Ramadhan hanya sampe jam 11 siang. Pulang sekolah, tidur siang sebentar. Eit... jangan lupa mbak Sarah udah coba-coba puasa penuh satu hari. Biar gak capek banget, harus tidur siang. Senin dan Sabtu jam 4 kurang 1/4 sampe jam 5 sore kursus Mathemagic. Selain hari itu, ikut TPA di masjid Brimob depan rumah.

Bedug magrib, buka puasa, sholat magrib, tunggu bentar, berangkat ke masjid untuk sholat isya dan tarawih. Wih ...rame banget di masjid. Selesai tarawih jam 8 malam, pulang ke rumah, tidur lagi.

Begitulah rutinitas baru mbak Sarah selama Ramadhan tahun ini. Almadulillah, kami bersyukur.

Libur Panjang Lebaran

Sekolah Sarah & Azka, TKIT Salman Al Farisi Warungboto Yogyakarta, libur mulai 3 Oktober sampe dengan 19 Oktober. Masuk kembali sekolah senin, 22 Oktober. Kursus Mathemagicnya Mbak Sarah, libur juga, mulai 11 Oktober sampe 20 Oktober, masuk lagi 22 Okbtober. Wo lama sekali liburnya... mau kemana mudik lebaran Mbak Sarah.