Senin besok, tanggal 19 November 2007 bapak ditugaskan kantor untuk jadi Juri di Lomba Kompetensi Siswa SMK se Propinsi DIY di Bantul. Jadwalnya mulai 1/2 delapan pagi sampe dengan jam setengah empat sore. Itupun bapak langsung, ke kantor lagi karena jam 1/2 empat ada jam ngajar sampe jam 6 sore.
Pusing... siapa yang jemput Sarah & Azka pulang sekolah jam 1 siang dan siapa yang nganter Sarah kursus Mathemagic jam 4 sore.
Biasanya kami mengandalkan Om Seno dan Om Ito. Mudah-mudahan mereka bisa nganter..
11/18/2007
11/16/2007
Bandelnya Azka
Dalam hal meminta sesuatu, Azka lebih rewel dibandingkan kakanya, Sarah.
Bila Sarah minta sesuatu nggak dituruti, lalu kami kasih pengertian, dan masuk akal dia. Biasanya dia bisa dengan mudah menyadari. Lain dengan Azka, kalau meminta sesuatu, dan kami gak bisa memenuhinya, meskipun sudah diberi pengertian macam-macam, tetap saja dia tidak mau mengerti. Merengek, rewel, tapi ajaibnya tidak terkadang tidak sampai menangis.
Kalau sudah demikian, memberi pengertian sudah bukan lagi obat mujarab. Kita harus mengalihkan perhatian dari apa yang dimintanya agar dia lupa sejenak dengan keinginnannya. Ya mungkin juga karena dia anak laki, bungsu, dan masih belum umurnya.
Tapi nggak mengapa, kami bahagia dengan keadaan ini.
Bila Sarah minta sesuatu nggak dituruti, lalu kami kasih pengertian, dan masuk akal dia. Biasanya dia bisa dengan mudah menyadari. Lain dengan Azka, kalau meminta sesuatu, dan kami gak bisa memenuhinya, meskipun sudah diberi pengertian macam-macam, tetap saja dia tidak mau mengerti. Merengek, rewel, tapi ajaibnya tidak terkadang tidak sampai menangis.
Kalau sudah demikian, memberi pengertian sudah bukan lagi obat mujarab. Kita harus mengalihkan perhatian dari apa yang dimintanya agar dia lupa sejenak dengan keinginnannya. Ya mungkin juga karena dia anak laki, bungsu, dan masih belum umurnya.
Tapi nggak mengapa, kami bahagia dengan keadaan ini.
11/14/2007
Belajar IQRO
Salah satu materi belajar di sekolah Sarah adalah IQRO. Metode mudah untuk belajar membaca Qur'an. Setiap selesai satu sub materi di sekolah, guru kemudian menuliskan progres materi di selembar kartu kendali.
Sekolah sangat mengharapkan materi-materi itu untuk di ulang di rumah. Setelah diulang, orang tua juga diharapkan menuliskan progres di kartu kendali itu.
Mau-gak mau orang tua harus mendidik anak. Tidak bisa sepenuhnya menyerahkan sekolah. Suasana hangat ketika mengajari anak, adalah suasana yang membahagiakan. Sabar, sering memuji, tidak cepat menyalahkan anak ketika dia salah.
Sekolah sangat mengharapkan materi-materi itu untuk di ulang di rumah. Setelah diulang, orang tua juga diharapkan menuliskan progres di kartu kendali itu.
Mau-gak mau orang tua harus mendidik anak. Tidak bisa sepenuhnya menyerahkan sekolah. Suasana hangat ketika mengajari anak, adalah suasana yang membahagiakan. Sabar, sering memuji, tidak cepat menyalahkan anak ketika dia salah.
11/11/2007
Ditinggal Luar Kota
Hari Rabu tanggal 7 November 2001 sampe dengan Sabtu tanggal 10 November 2001 terpaksa Sarah & Azka ditinggal Bapak pergi ke luar kota dalam rangka urusan kantor.
Siapa yang nganter dan jemput sekolah? Terpaksa minta bantuan Om Seno dan Om Ito. Thanks ya Om-Om. Mereka adalah saudara sepupu mami yang sama-sama sedang belajar di Universitas Negri Yogyakarta.
Siapa yang nganter dan jemput sekolah? Terpaksa minta bantuan Om Seno dan Om Ito. Thanks ya Om-Om. Mereka adalah saudara sepupu mami yang sama-sama sedang belajar di Universitas Negri Yogyakarta.
11/01/2007
Makannya Anak-anak
Kadang orang tua merasa jengkel bila melihat cara anak-anak mereka makan. Mereka makan lama sekali, kemudian berceceran di mana-mana. Sarah & Azka pun demikian, khususnya Azka.
Tapi sesungguhnya, kalau kita bijaksana, mestinya kita harus memahami mereka. Anak-anak kita pasti akan begitu cara makan mereka. Jangan mengharap mereka mampu makan sebagaimana kita orang dewasa makan. Kemampuan psikomotorik mereka jelas beda dengan kita.
Jangan merasa jengkel, hindari kemarahan, bersikaplah biasa saja. Dan jangan larang mereka untuk makan sendiri. Azka, diumurnya yang beranjak 3 tahun, mulai minta untuk makan sendiri. Dan pasti kececeran dimana-mana. Kalau kita larang, sama saja kita tidak mendidik mandiri. Makan sendiri, berarti memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Anak-anak kita sedang mencoba untuk berusaha memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Sekali lagi jangan larang.
Temani mereka makan, kalau bisa kita pun makan bersama mereka, biar mereka melihat sendiri bagaimana cara kita makan. Masalah, makan yang berceceran, sabar saja, ikhlaskan diri kita untuk membersihkannya.
Tapi sesungguhnya, kalau kita bijaksana, mestinya kita harus memahami mereka. Anak-anak kita pasti akan begitu cara makan mereka. Jangan mengharap mereka mampu makan sebagaimana kita orang dewasa makan. Kemampuan psikomotorik mereka jelas beda dengan kita.
Jangan merasa jengkel, hindari kemarahan, bersikaplah biasa saja. Dan jangan larang mereka untuk makan sendiri. Azka, diumurnya yang beranjak 3 tahun, mulai minta untuk makan sendiri. Dan pasti kececeran dimana-mana. Kalau kita larang, sama saja kita tidak mendidik mandiri. Makan sendiri, berarti memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Anak-anak kita sedang mencoba untuk berusaha memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Sekali lagi jangan larang.
Temani mereka makan, kalau bisa kita pun makan bersama mereka, biar mereka melihat sendiri bagaimana cara kita makan. Masalah, makan yang berceceran, sabar saja, ikhlaskan diri kita untuk membersihkannya.
Batasi Nonton TV
Sarah & Azka kami batasi waktu untuk nonton TV. Tidak setiap hari mereka nonton TV. Paling banter mereka baru nonton 2 hari sekali, itupun paling hanya 1 jam saja, dan khusus untuk acara yang cocok bagi mereka. Atau terkadang kami harus menyalakan TV manakala mereka terlihat sedang sakit ringan, atau kelelahan. Nonton TV membuat mereka tidak bergerak kesana ke mari, sehingga efektif untuk istirahat fisik.
Subscribe to:
Posts (Atom)