Ahad kemaren, 27 April 2008, mbak Sarah mewakili sekolah untuk ikutan lomba senam sehat ceria di SD Karangmulyo Kotagede.
Jauh-jauh hari sekolah sudah membentuk kelompok senam anak-anak. Ada 7 anak yang ditunjuk mewakili sekolah. Mereke bertujuh rutin juga lho latihan di sekolah, bahkan hari sabtu yang biasanya libur, juga mereka pake buat latihan.
Tiba harinya, kami berangkat pagi jam 8 menuju tempat lomba. Kali ini mami nggak ikut. Berbekal peta yang diberikan bu Guru, kami meluncur menuju Kotagede. Wah bingung juga mencari tempat lomba. Tanya sana-tanya sini, akhirnya ketemu juga tempat lomba. Wah rame juga suasananya.

Di sana sudah ada bu guru dan teman-teman. Langsung mbak Sarah bergabung dengan mereka. Ada tiga mata lomba di sana, mewarnai, membaca dan senam sehat ceria.
Akhirnya, gak percuma latihan rutin. Kelompoknya mbak Sarah, dapet juara 3. Alhamdulillah.
Pulang ke rumah, mampir dulu dipinggir jalan, anak-anak pada haus, beli es krim dulu. Segar
Ahad kemaren, 20 April 2008, sekolah Sarah Azka ngadain rihlah yang isinya outbound kids di Wisata Samoedra Jaya Kaliurang tepatnya di daerah Pakem.

Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan sekolah. Anak dan orang tua ikut berpartisipasi pada acara ini. Jauh-jauh hari sekolah sudah mengumumkan rencana kegiatan ini. Wah... anak-anak pada seneng bukan kepalang.
Pagi-pagi kami berangkat, kumpul dulu di sekolah untuk nantinya berangkat bersama-sama. Ada 4 bus besar yang digunakan. Kami dapat jatah di bus 4, bus untuk kelasnya Azka. Perjalanan ke lokasi outbound kurang lebih 45 menitan. Tempat outbound ternyata luas sekali. Sampai di lokasi kami kumpul dulu di aula. Untuk dilakukan serah terima dari sekolah kepada event organiser yang ngadain outbound. 
Setelah itu, barulah acara outbound dimulai. Senam bersama adalah acara pertama. Tapi sayang, Azka masih takut hingga dia ngga mau ikutan acara ini. Mungkin juga karena dia masih kurang sehat, udah 2 harian sebelumnya dia flu dan batuk. Entah saking takutnya atau karena badannya nggak fit, dia nangis. Kami sedih, terbayang di pikiran kami, dia ngga akan dapet pengalaman outbound. Sudah kami rayu demikian rupa, tetap ngga mau juga.

Anak-anak dibagi sesuai kelas masing-masing. Kelas mbak Sarah langsung meluncur ke arena permainan yang asik banget. Ada titian bambu, ada panjat palang, ada rantai hulahup, ada merayap.
Selesai semua arena, kelas mbak Sarah kemudian melanjutkan arena susur sungai. Wah berat banget arena ini. Jalan menuju sungai naik turun. Bahkan ada anak yang jatuh, kepleset, biasa anak kecil, mesti nangis. Kami menyusuri sungai yang masih asli, airnya jernih dan dingin. Lumayan panjang sungainya, mungkin ada 2-3 km an.
Arena terakhir adalah tangkap ikan. Semua anak berebut nyebur ke ruas sungai yang sudah dibendung dan ditebari ikan. Wah... nangkap ikan gak mudah ya... mbak Sarah pun baru dapat ikan dimenit-menit terkahir, itupun alhamdulillah dibantu para instruktur.
Selesai arena ini, kamipun kembali ke aula utama untuk makan siang dan sholat dzuhur terus dilanjutkan acara tukar-tukar kado.
Jam 2 siang acara selesai dan kamipun meluncur kembali ke Yogyakarta untuk pulang ke rumah masing-masing. Sempat berhenti di jalan untuk beli oleh-oleh. Kurang lebih jam 4, kami pun sampe di rumah. alhamdulillah, pengalaman yang mengesankan bagi anak kami
Anak-anak kami, adalah pembuka pintu surga bagi kami.
Koq bisa????
Mbak Sarah selalu bangun sebelum subuh, lalu membangunkan Bapak untuk mengajak sholat subuh di masjid Darusalam Brimob Baciro Yogyakarta. Azka pun demikian, Azka selalu mengajak sholat magrib dan isya.
Sungguh kebahagiaan tersendiri, kami mengalami hal ini hampir tiap hari. Merekalah yang membuat ritme sholat kami ke masjid menjadi teratur.
Kami rasa tidak mudah, menanamkan pengetahuan tentang pentingnya sholat kepada anak-anak kita. Cara termudah adalah melalui pembiasaan sejak dini.
Minggu kemaren, mbak Sarah ikutan lomban Hafalan Qur'an surat pendek di masjid Al Falah Baciro.
Ada yang kurang dapat kami terima dengan pengelompokkan lomba kali ini. Panitia menyatukan anak SD dengan anak yang baru duduk di bangku TK. Mbak Sarah yang masih TK, harus bertarung dengan rekan-rekannya yang sudah duduk di bangku SD.
Selaku orang tua, kami sudah mencoba meminta ustadznya untuk memberikan masukan kepada panitia, agar memisahkan antara anak SD dengan anak TK. Para ustadpun sudah mencoba menyampaikan ke panitia. Tampaknya panitia tetap pada keputusan semula untuk menyatukan antara anak SD dengan anak TK.
Bagi kami, bukan kalah atau menang yang dicari. Tapi menyatukan antara anak SD dengan TK jelas bukan keputusan yang bijak. Anak SD, terutama kelas 4 ke atas, suaranya lebih jernih, makrojnya lebih kelihatan, lagunya juga udah terlihat. Sarah yang masih TK, sudah hafal surat-surat yang dilombakan, tapi makroj dan kelantangan serta lagu belum muncul, kami kira karena memang perkembangan motorik anak TK belum sampe pada tahap itu.
Tapi gak apalah. Meskipun akhirnya mbak Sarah tidak juara, tapi kami bangga dan bersyukur, dia mau ikut lomba dan berani percaya diri, meskipun lawannya adalah anak-anak yang umurnya jauh di atas dia.
Jangan sedih ya mbak Sarah, ntar kita latihan lagi di rumah lebih baik.