Minggu kemaren, mbak Sarah ikutan lomban Hafalan Qur'an surat pendek di masjid Al Falah Baciro.
Ada yang kurang dapat kami terima dengan pengelompokkan lomba kali ini. Panitia menyatukan anak SD dengan anak yang baru duduk di bangku TK. Mbak Sarah yang masih TK, harus bertarung dengan rekan-rekannya yang sudah duduk di bangku SD.
Selaku orang tua, kami sudah mencoba meminta ustadznya untuk memberikan masukan kepada panitia, agar memisahkan antara anak SD dengan anak TK. Para ustadpun sudah mencoba menyampaikan ke panitia. Tampaknya panitia tetap pada keputusan semula untuk menyatukan antara anak SD dengan anak TK.
Bagi kami, bukan kalah atau menang yang dicari. Tapi menyatukan antara anak SD dengan TK jelas bukan keputusan yang bijak. Anak SD, terutama kelas 4 ke atas, suaranya lebih jernih, makrojnya lebih kelihatan, lagunya juga udah terlihat. Sarah yang masih TK, sudah hafal surat-surat yang dilombakan, tapi makroj dan kelantangan serta lagu belum muncul, kami kira karena memang perkembangan motorik anak TK belum sampe pada tahap itu.
Tapi gak apalah. Meskipun akhirnya mbak Sarah tidak juara, tapi kami bangga dan bersyukur, dia mau ikut lomba dan berani percaya diri, meskipun lawannya adalah anak-anak yang umurnya jauh di atas dia.
Jangan sedih ya mbak Sarah, ntar kita latihan lagi di rumah lebih baik.
4/09/2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment